Penyerangan tentara Israel terhadap Kapal Mavi Marmara yang membawa misi kemanusian adalah bentuk tindakan pelanggaran dan kejahatan terhadap misi kemanusiaan. Kejahatan itu membuktikan bahwa Israel bangsa barbar. Biadab.

Hal tersebut disampaikan Pegurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dalam press riliesnya terkait penyerangan tentara Israel terhadap Kapal Mavi Marmara yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional “Freedom Flotilla” ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin 31 Mei kemarin.

Sekitar 19 orang diperkirakan tewas dalam serangan tersebut, dan puluhan lainnya luka-luka.

Menurut  Al Jazeera, penembakan dilakukan tentara Israel dengan peluru tajam. Selama penembakan berlangsung, helikopter Israel terbang di atas kapal tersebut.

Reporter Al Jazeera di Jerussalem, Ayman Mohyeldin, mengungkapkan bahwa penyerangan terhadap kapal kemanusiaan oleh Israel itu mengejutkan. “Berdasar gambar yang dikirimkan awak kapal jelas sekali menunjukkan bahwa penumpang kapal itu adalah warga sipil yang datang dengan damai,” ujar dia. Hal ini, menurut Ayman, jelas mengejutkan dunia internasional.

Penyerangan ini pun langsung mengundang keprihatinan. Ribuan warga turki berunjuk rasa ke konsulat Israel di Istanbul, Shubuh, waktu setempat. Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, langsung mengatakan bahwa tindakan Israel itu barbar. Sementara pihak Israel beralasan bahwa kapal kemanusiaan itu lebih menjalankan provokasi ketimbang mengirimkan bantuan.

PB HMI meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menggunakan jalur diplomatik yang dimiliki untuk menggalang kekuatan terutama dari dunia Islam guna menyeret pemerintah Israel ke Mahkamah Internasional atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.

Misi Freedom Flotilla adalah misi kemanusiaan yang membawa bantuan bagi warga Gaza yang telah bertahun-tahun terkena blokade ekonomi dari pemerintah zalim Israel. (Muhammad AS)