Beberapa organisasi kemahasiswaan seperti LMND, PMKRI, PMII, HMI MPO, Hikmahbudi, KM UIJ dan Institut Proklamasi mendatangi KPK. Para pimpinan organisasi tersebut datang menemui perwakilan dari KPK dan menyerahkan helm, borgol, serta data-data mengenai bank Century.

Kepada wartawan, Arief Rahman dari Direktur Eksekutif Institut Proklamasi berujar, “Ketiga barang itu kita serahkan ke KPK sebagai bentuk desakan kepada KPK, untuk segera menyelesaikan perkara Century dengan segera meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Dan menjadikan Sri Mulyani dan Boediono sebagai tersangka,”.

Sementara Ketua Umum PB HMI-MPO, M. Chozin Amirullah menyampaikan bahwa data-data yang berikan adalah gabungan dari data-data yang dimiliki oleh Pansus Century dan BPK. “KPK beralasan belum mendapatkan kiriman data dari DPR terkait pemprosesan kasus Century, oleh karena itu kami serahkan data-data ini agar mereka segera memprosesnya”, demikian keterangan Chozin sambil memegang data yang dimasukkan dalam amplop coklat tersebut.[]