Mahasiswa menggelar aksi mendukung KPK (VIVAnews/Tri Saputro)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait skandal bail out Bank Century, Jumat (30/04) lalu. Pemeriksaan keduanya tidak berlangsung di gedung KPK, melainkan di kantor masing-masing.

Sikap KPK yang memeriksa Sri Mulyani dan Boediono dengan cara mendatangi ke kantornya masing-masing, dimata para aktivis gerakan merupakan tanda melemahnya KPK sebagai lembaga penegak hukum, KPK telah impoten, lembaga super boddy ini seolah-olah sudah tak bergigi,

M, Chozin Amirullah, ketua umum PB HMI-MPO, saat berbicara dalam diskusi Diskriminasi Hukum Skandal Century”di Doekoen Kafe , Jakarta Minggu (02/05) kemarin mengatakan prilaku KPK yang demikian terkesan kehilangan citranya sebagai lembaga super boddy, dengan sikap KPK seperti itu, ibarat harimau rontok bergiginya, “ Kami HMI dan masyarakat kecewa dengan prilaku KPK seperti itu, “ ujar Chozin.

Pembicara lain, aktivis Sri Bintang Pamungkas mengatakn dengan tidak diperiksanya Boediono dan Sri Mulyani di gedung KPK, seolah KPK telah merendahkan diri. “Atau bisa saja Boediono dan Sri Mulyani itu yang angkuh,” katanya

Acara diskusi “Diskriminasi Hukum Skandal Century” yang dihadiri para aktivis dan tokoh politik ini, jelas menampakkan raut wajah kekecewaan terhadap KPK yang dinilainya sudah melemah, (moh, ma’arif)