Ada konspirasi jahat yang diarahkan oleh pihak penguasa Malaysia dibawah rezim Najib Abdul Razak terhadap dirinya. Demikian kesimpulan pernyataan Anwar Ibrahim dalam menjawab pertanyaan dari ketua umum PB HMI, M. Chozin Amirullah, dalam sebuah acara jamuan makan malam di Istana Negara Bagian Selangor, Malaysia (Ahad, 23/05/2010).

Sebagaimana diketahui, kasus tuduhan sodomi terhadap asistennya kembali dituduhkan oleh pihak-pihak yang pro-pemerintah kepada Anwar Ibrahim. Oleh mayoritas warga Malaysia, tuduhan tersebut terkesan dipaksakan mengingat tidak ada landasan rasionalnya, baik dari sisi hukum Negara mapupun hukum Islam. Kekuatan politik yang berkuasa di Malaysia saat ini menggunakan segala cara untuk menghancurkan kekuata-kekuata oposisi yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim, salah satunya adalah dengan tuduhan sodomi tersebut.

“Negeri ini sudah sedemikian rusaknya, sehingga mereka menghalalkan segala muslihat untuk mengokohkan kekuatan rezim. Bukan hanya itu, mereka bahkan tuduh saya pro-Yahudi, Pro-China, dan anti Melayu. Padahal kalau kita buktikan, justru mereka sendirilah yang lakukan itu.” Demikian disampaikan Anwar Ibrahim kepada audience yang terdiri dari para mahasiswa dari Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand. Lebih lanjut, Anwar menyampaikan bahwa persekongkolan jahat tersebut dilakukan sebagai bagian dari otoritarianisme rezim UMNO di Malaysia. Ia bahkan mengeluhkan bahwa tingkat otoritarianisme rezim di Malaysia saat ini lebih parah jika dibanding dengan otoritarianisme rezim Orde Baru di Indonesia.

Perhatian yang tinggi Anwar Ibrahim terhadap dunia gerakan mahasiswa menjadikannya menyediakan waktu khusus untuk berdialog dengan para mahasiswa yang sedang mengikuti konferensi PEPIAT (Persatuan Pelajar Asia Tenggara) yang diselenggarakan di Malaysia, 22-25 Mei 2010. Jamuan makan malam diselenggarakan oleh Menteri Besar Kerajaan Selangor, Sri Dato’ Seri Abdul Khalid bin Ibrahim. Kebetulan Anwar Ibrahim  menjadi penasihat ekonomi Negara bagian tersebut.[] lara