Ketidakadilan dipertontonkan seolah-olah perangkat Negara digunakan hanya untuk kejahatan, pemerintahan telah kehilangan kemaslahatan  untuk  rakyatnya, maka dengan penomene hilangnya keadilan, merajalelanya kejahatan tingkat tinggi. Peran mafia- mafia merekayasa hukum, seolah-olah hukum telah mati. Sehingga yang ada hanya kekuasaan para mafia, seolah-olah negeri ini adalah negeri para Mafioso.

Melihat kebiadaban para mafia ini, HMI-MPO melalui komisi hukum PB-HMI-MPO, Adel Setiawan (19/05/2010) di jakarta, menyatakan bahwa untuk memerangi mafia hukum rakyat harus bersatu, tumpas penjahat negri ini.  Adel melanjutkan penuturannya, para mahasiswa yang peduli dengan nasib negri ini diharapkan ikut aksi bersama  Aliansi Mahasiswa Tolak Mafia Hukum  pada tanggal 20 mei 2010 , aksi akan digelar di Mabes Polri dan Bundaran HI dengan tuntutan  ‘Segera Wujudkan Reformasi Total di Tubuh Polri’, tangkap dan penjarakan mafia-mafia hukum dan Makelar Kasus di tubuh Polri. Buka secara transparan rekening-rekening seluruh petinggi dan mantan petinggi Polri, dan proses sesuai hukum yang berlaku, Copot segera Bambang Hendarso Danuri, karena telah gagal menciptakan Polri yang bersih dan berwibawa, tegas Adel dijakarta (Moh. Ma’arif  S,ZA)