Perilaku materialistik dan konsumtif masyarakat dan sistem politik yang masih mendewakan materi memaksa seorang calon pejabat melakukan permainan uang (money politic) dalam pilkada.

Hal itulah yang mengakibatkan Effendi Ghazali (Pakar Komunikasi Politik) tidak mau menjadi konsultan politik dalam pemilihan kepala daerah. “Terlalu besar dosa jika terlibat dalam pilkada” katanya dalam acara Training Politik Nasional PB HMI Rabu, (19/5) lalu.

Memang kegiatan politik takkan mungkin dilepaskan dari uang. Walau apapun namanya, baik money politik, ataupun yang sering dihaluskan sebagai cost politik. Apa yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat, merupakan praktek pragmatis, yang mau tidak mau akan mengarah pada kekuatan ekonomis.

Menurutnya, masih sedikit masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya dalam pilkada berdasarkan hati nurani. Karena, masyarakat masih berfikir, siapa yang memberi itu yang akan dipilih.[] Thomi