Universitas perempuan pertama di Indonesia yakni Univeristas Wanita Internasional, diresmikan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Linda Amalia Sari Gumelar SIp.

Bersamaan dengan peresmian tersebut dilakukan juga Seminar Internasional Indonesia Malaysia dengan tema “Peran Media Massa dalam Pemilu”, di Hotel Anggrek Jalan RE Martadinata Bandung, Jumati.

Rektor Universitas Wanita Internasional, Sri Redjeki Sumaryoto SH, menuturkan, tujuan universitas perempuan pertama di Indonesia tersebut adalah untuk menyiapkan wanita-wanita Indonesia yang berkualitas.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan jumlah perempuan yang berkualitas tidak hanya dilembaga legislatif saja, tapi disemua sektor entah di LSM, eksekutif dan lembaga-lembaga lainnya,” ujar Sri Redjeki.

Ia menjelaskan, visi dari Univeristas Wanita Internasional ialah untuk menghasilkan lulusan wanita yang menjadi profesional dan dapat menghasilkan income generating dan employment generating.

Menurutnya, sesuai dengan ketetapan MPR dijelaskan bahwa untuk memajukan kualitas perempuan Indonesia bisa dicapai dengan keterwakilan kaum perempuan di berbagai bidang harus mencapai kuota sebesar 30 persen.

Hal tersebut, kata Sri Redjeki, baru bisa direalisasikan di lembaga legislatif sedangkan lembaga lainnya masih belum bisa merealisasikan.

Pihaknya berharap, kehadiran Univeristas Wanita Internasional ini bisa memenuhi keterwakilan kaum perempuan di berbagai bidang.

Ia menambahkan, meski bernama Universitas Wanita Internasional, bukan berarti kaum laki-laku tidak boleh berkuliah di universitas ini. “Ngak juga, univeristas ini juga bisa untuk kaum laki-laki,” katanya.

Universitas Wanita Internasional terletak di Jalan Kartini No10 Bandung dan Jalan Van Devender No14 Bandung.

Sementara itu, program pendidikan akademik di univertisa tersebut adalah program sarjana (S1) Fakultas Sains dan Teknologi serta S1 Fakultas Ilmu Komunikasi dan Sosial.[] ant