Pemilu Raya untuk memilih ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, kisruh. Para mahasiswa yang berasal dari 5 partai peserta pemilu saling bersitegang.

Sempat terjadi bentrokan kecil antar mahasiswa. Satu kaca Gedung Student Center pecah. Beruntung tidak jatuh korban dalam peristiwa yang berlangsung sekitar 1 jam, Minggu (9/5/2010), dini hari ini.

“Satu kaca sudah sudah pecah, karena dorong-dorongan mahasiswa. Ribut-ribut sudah mulai kemarin sore, tapi puncaknya tadi sekitar pukul 01.00 WIB,” kata salah seorang mahasiswa UIN, Sutan Farid Hidayat.

Menurut Sutan, keributan ini dipicu keputusan KPU UIN yang mendiskualifikasi salah satu partai peserta pemilu, yakni Partai Reformasi Mahasiswa (Parma). Partai itu diindikasi melakukan berbagai kecurangan seperti penggelembungan suara dan pemalsuan identitas pemilih.

“Parma tidak terima didiskualifikasi oleh KPU di dua fakultas, yakni di Fakultas Ushuluddin dan Tarbiyah. Sementara kita berusaha untuk mempertahankan keputusan KPU itu, karena Parma terbukti melakukan kesalahan,” ujar anggota Partai Persatuan Mahasiswa ini.

Selain Parma dan Partai Persatuan Mahasiswa, tiga peserta pemilu BEM di UIN adalah Partai Intelektual Muslim, Partai Bunga, Partai Progresif.

Menurut mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2005 ini, saat ini ada seribuan mahasiswa yang masih bertahan di dalam kampus. Situasi masih diliputi ketegangan. Pihak keamanan kampus tidak bisa berbuat apa-apa atas keributan yang terjadi.

“Penghitungan suara untuk sementara dihentikan, dipending dulu hingga besok,” jelas Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat ini.[]