dok. medium

Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam dan fungsionaris Keluarga Himpunan Mahasiswa Islam, Akbar Tandjung, yang kini Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, menepis tudingan bahwa HMI/KAHMI berada di belakang calon ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan menjadikannya ”alat” kepentingan politik HMI/KAHMI.

”Tidak ada hubungan dan kaitan organisasi HMI, rencana, ataupun rekayasa politik atas pencalonan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat. Apalagi ingin memengaruhi dan mencampuri Partai Demokrat dalam memilih ketua umumnya. Majunya Anas adalah murni kapasitas Anas, kontribusinya di Partai Demokrat selama ini, juga komitmen Anas sendiri yang ingin membangun Partai Demokrat menjadi partai modern,” kata Akbar saat ditanya Kompas di Jakarta, Rabu (21/4).

Sebelumnya, Akbar dimintai tanggapan terkait sinyalemen di kalangan Partai Demokrat tentang adanya tudingan HMI/ KAHMI berada di belakang Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang belum lama ini mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat. HMI/KAHMI disebut-sebut akan menjadikan Partai Demokrat sebagai pelindung dan reflektor kepentingan-kepentingan HMI/KAHMI pada masa datang.

Bursa calon ketua umum Partai Demokrat sejauh ini masih mencatat tiga calon, yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, mantan Ketua HMI Anas Urbaningrum, serta Ketua DPR Marzuki Alie.

”Wajar kalau saya mendukung Anas, Andi, dan Marzuki. Mereka sama-sama HMI juga. Anas pernah menjadi Ketua Umum HMI. Bahkan, Andi Mallarangeng pun pernah menjadi Sekretaris Komisariat HMI Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, serta Marzuki Alie juga pernah menjadi Komisariat HMI Cabang Jakarta Timur,” kata Akbar.[]Rif