Suhu politik menjelang bulan Mei diprediksi kian meningkat.  Sejumlah agenda penting yang berpotensi menggoyang stabilitas sosial-politik di Tanah Air memanas

Terlebih jika muncul ketidakpuasan masyarakat terhadap penegakan hukum, termasuk penuntasan skandal Bank Century. Aksi kaum pekerja yang memperingati 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia, juga dapat memancing suasana kian bergejolak.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Muhammad Chozin Amirullah mengungkapkan, kecendrungan tingginya eskalasi politik pada bulan Mei ini karena Mei adalah bulan Perlawanan.

“ Soeharto juga jatuh pada bulan Mei, selain aksi Mayday sehingga eskalasinya akan naik,” ungkap dia kepada okezone, Sabtu (24/4/2010).

Sementara itu Front Oposisi Rakyat Indonesia (FOR Indonesia) telah memaklumatkan “Mei Bulan Perlawanan”. Dalam maklumatnya, FOR Indonesia menyerukan begini :

“Kami maklumatkan kepada rakyat Indonesia agar menjadikan bulan perlawanan ini sebagai agenda politik untuk melakukan perlawanan kembali terhadap hadirnya tanda-tanda otoritarian di dalam Rezim SBY. Tak kita kehendaki pembunuhan terhadap demokrasi, terhadap rakyat yang didera krisis ekonomi dan kerusahan pola pikir bangsa menjadi agenda politik Rezim SBY dewasa ini “

Dan Inilah Kalender Mei Bulan Perlawanan :

1 Mei
Hari Buruh Internasional (Mayday)

2 Mei
Hari Pendidikan Nasional

8 Mei
Hari Marsinah

12-14 Mei
Hari Kejahatan Kemanusiaan Orde Baru (penembakan mahasiswa, kerusuhan Mei)

20 Mei
Hari Kebangkitan Nasional

21 Mei
Hari Kemenangan Perlawanan Rakyat (jatuhnya rezim Soeharto)