Judul :  Biografi Gus Dur
Penulis :  Greg Barton
Penerbit :  LKiS 2007 (Hard Cover)
Jumlah Hal : 978 hlm

Review Buku

Jarang seorang penulis biografi tokoh mengalami pengalaman seperti yang dialami oleh Gregory Barton atau biasa dipanggil Greg Barton. Berikut pengalaman Greg Barton selama bertahun-tahun menjadi “Gusdurian” dan melukiskan secara detail tokoh ini dalam buku karyanya. PENULIS sejarah kehidupan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam dua versi, Indonesia dan Inggris, ini telah 20 tahun lalu mengenal secara dekat dengan pemikiran dan kehidupan Gus Dur. “Biasanya seorang penulis biografi tokoh hanya memerlukan beberapa waktu untuk mempelajari dokumen dan mewanwancarai keluarga dan kawan dekat tokoh tersebut. Saya termasuk yang beruntung, sebab selain sudah melakukan penelitian terhadap pemikiran Gus Dur selama bertahun-tahun, saya juga mendapatkan pengalaman menarik, masuk dalam keseharian dan kehidupan emosional Gus Dur dari dekat. Saya selalu bersama Gus Dur selama tujuh bulan dari 21 bulan masa kepresidennya,” kenang Greg kepada Duta di sela acara peluncuran biografi edisi bahasa Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selama tujuh bulan mendampingi Gus Dur ke pelosok negeri dan beberapa kali ke luar negeri, Greg menyatakan tidak dapat penyembunyikan kenyataan bahwa dirinya mendapati Gus Dur sebagai tokoh yang sangat dekat dengan rakyat kecil dan mampu bergaul secara luar biasa di dunia luar. Tokoh seperti ini,
lajut Greg, hanya ada pada Soekarno di masa lalu. Tokoh-tokoh besar dunia di masa lalu tidak ada yang mampu berkomunikasi dengan rakyat selama berjam-jam dan dalam sehari melakukan hal yang sama di beberapa tempat dengan tema berlainan. Kelebihan lain yang dimiliki Gus Dur, dia adalah tokoh agama dengan pengetahuan umum yang sama kuat. Ini pula yang membedakan dengan Soekarno.

Sebagai seorang tokoh organisasi Islam tradisional, Gus Dur di mata Greg memang mengagumkan. Dia tidak hanya pandai memberikan penjelasan tentang pemikiran Islam dari Timur Tengah, namun secara lengkap Gus Dur berhasil juga merekonstruksi pemikiran Islam di Jawa dan di barat sekaligus. Bagi Greg, Gus Dur adalah paduan modernitas dan tradisionalitas. Ia juga mendapati tokoh yang suka pakai sarung ini melebihi para pengusung modernitas dalam hal progresifitasnya.