vivanews.com

JAKARTA – Ketua Umum PB HMI M Chozin Amirullah menduga berlarut-laurutnya penyelesaian insiden bentrokan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Insalam (HMI) dengan polisi dan meluas ke sejumlah daerah karena ada setingan dari pihak tertentu. “Saya menduga ini seperti ada setingan untuk pengalihan isu Century atau terorisme. Yang dikhawatirkan ini sengaja dibenturkan antara HMI dengan polisi,” ungkapnya saat berbincang dengan okezone, Sabtu (6/3/2010).

Dugaan ini bukan tanpa dasar. Chozin sedikit beranalisa dengan penindakan kasus terorisme yang begitu cepar dan sistematis. “Ini aneh, karena aparat kita sangat canggih dalam mengejar pelaku terorisme. tapi kenapa dalam aksi bentrok di Makassar belum bisa diredam?” ujarnya.

Menurut dia, kejadian ini seakan-akan diarahkan agar mahasiwa berhadap-hadapan dengan aparat, kemudian warga. “Saya mendapat informasi ada yang melihat tukang beca disuruh lempar batu sama polisi,” jelas Chozin.

Terkait masalah ini, dia menambahkan, pihaknya terus aksi simpatik secara damai dan menggalang dukungan dari sesama organisasi pergerakan, bukan hanya dari HMI.

Rektor Universitas Negeri Makassar Professor Arismunandar mengungkapkan ada pola yang sama dengan kejadian sehari sebelumnya di UIN Alauddin Makassar dengan kehadiran warga di lokasi selama bentrokan terjadi.

“Warga selalu berdiri di depan polisi. Polisi tak berupaya untuk melerai. Malah ikut menonton dari belakang. Padahal polisilah yang seharusnya memisahkan mahasiswa dan warga yang bentrok itu, bukan malah membiarkannya, ” terang Rektor.

Sementara itu Mabes Polri menyatakan telah menindak empat anggota kepolisian dalam kasus penganiayaan dan perusakan kantor kesekretariatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Jalan Botolempangan, Makassar, kemarin.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang mengatakan, Polri telah empat personel kepolisianyangmelak ukanperusakan dan penganiayaan di Polwiltabes Makassar telah dikenai sangsi.

Sumber ( http://news. okezone.com/ read/2010/ 03/06/338/ 309729/bentrok- polisi-hmi- setingan )