Judul buku    : R.A Kartini, Seratus Tahun (1879-1979)

Penulis            : Solichin Salam

Penerbit         : Gunung Muria, Jakarta, 1979.

—–

Oleh: Soeroto

Ada dua buku baru mengenai Kartini. Ditulis oleh Solichin Salam. Dengan maksud untuk memperingati 100 tahun lahirnya Kartini.

Saya baca dengan banyak harapan. Memang segala apa yang mengenai  Kartini menarik bagi saya. Maklum, saya anak kelahiran Japara. Dan Ibu saya (alm.) mengenal Kartini baik sekali. Tatkala saya masih kecil, ibuku sering cerita tentang Kartini. Cerita-ceritanya itu ada yang diulang-ulang berkali-kali, sehingga mengendap dalam ingatan saya, sampai sekarang.

Saya baca buku Solichin dengan banyak harapan. Mungkin ada hal-hal yang baru, yang mengungkap segi baru dalam kehidupan Kartini. Atau dalam perjuangannya. Sayang, saya tidak menemukannya, setidak-tidaknya tidak banyak.

Ada bagian-bagian yang lucu atau menggelikan. Umpamanya bab:  ”Dunia seabad yang lalu.” Di situ disajikan nama orang-orang yang dilahirkan dalam abad yang lalu, dan kita oleh Solichin diberondong dengan nama yang hebat-hebat, yang sedikit banyak membuat kita menjadi “groggy”. Albert Einstein dijajarkan dengan Stalin; Sarojini Naidu bersama-sama dengan Von Papen(!) dan  Ch’en Tu-hsiu. Dengan pejelasan bahwa yang terakhir adalah guru Mao Tsetung.

Sementara itu, dalam membaca buku Solichin Salam selanjutnya, saya rasa ada sesuatu yang aneh. Saya pikir-pikir apa, ya? Rasanya, seperti saya sudah pernah baca di tempat lain.

Ya, benar juga, kalimat-kalimat dalam buku Solichin Salam itu terdapat juga dalam buku Sitisoemandari Soeroto, Kartini. Sebuaf Biografi (Pen. Gunung Agung, Jakarta, 1977).

Ini sungguh keterlaluan! Yang jelas ialah: halaman 29 (kira-kira  tiga perempat); halaman 30 seluruhnya, dari garis paling atas sampai garis paling bawah; begitu pula halaman 31 dan 32 seluruhnya diambil dari buku Sitisoemandari. Halaman 16 sebagian; halaman 21 sebagian; halaman 33 sebagian. Halaman 68, bab “Butiran Mutiara Kata” seluruhnya dijiplak dari buku Kartini. Sebuah Biografi. Halaman 69 sebagian.

Wetenschappelijke Bladen

Itu yang dapat saya temukan. Mungkin masih banyak lagi, sebab tidak selalu mudah untuk menemukannya. Sebab kadang-kadang ia juga “pintar”. Umpamanya di halaman 21. Di buku Kartini. Sebuah Biografi ditulis:

Bacaan-bacaan lain dari Kartini ialah antara lain Maatschappelijk Werk in Indie dan Henri Borel. Tetapi ia juga tertarik kepada buku Fielding mengenai agama Budha, dan bukunya Felix Ort. Syair-syair De Genestet yang sering dikutipnya sudah kami sebut di atas. Tetapi bukunya Bas Veth yang tidak simpatik terhadap tanah Jawa, dikecamnya. Ia juga menyebut-nyebut nama Marie Metz Koning dan vosmaer (halaman 145).

Solichin menulis dalam bukunya:

Bacaan-bacaan lain dari Kartini di antaranya ialah Maatschappelijk Werk in Indie dari (!!) Henri Borel. Selain itu ia tertarik juga kepada bukunya Fielding mengenai, Agama Budha, demikian juga buku karya Felix Ort, Apabila syair-syair De Genestet sering dikutipnya, maka sebaliknya bukunya Bas Veth yang tidak simpatik terhadap Tanah Jawa, dikecamnya. Selain itu Kartini sering menyebut-nyebut nama Marie Metz Koning dan Vosmaer,” (halaman 21).

Ada juga yang lucu. Dalam buku Kartini. Sebuah Biografi di halaman 154 ditulis; mengenai pembacaan Kartini:

“Belum lagi kita sebut majalah-majalah seperti Belang en Recht,  Wetenschappelijke Werken, De Gids, dan suratkabar-suratkabar yang selalu juga diikuti dengan banyak perhatian.”

Dalam buku Solichin, halaman 21:

“Selain yang sudah tersebut di atas, belum lagi kita sebut berbagai majalah seperti Belang in Recht, Wetenschappelijke Werken, De Gids dan surat-surat kabar yang senantiasa diikutinya dengan penuh perhatian.”

Apa yang lucu di sini? “Wetenschappelijke Werken” dalam Kartini. Sebuah Biografi itu salah. Harusnya: “Wetenschappelijke Bladen”. Solichin tidak tahu itu, dan kutip saja: ”Wetenschappelijke Weken”!

Saya terpaksa menyatakan bahwa Saudara Solichin Salam telah melakukan plagiat atau pembajakan besar-besaran atas buku Sitisoemandari: Kartini. Sebuah Biografi.

Sumber: TEMPO, No T11091850, Edisi 11/09, 12  May  1979, hlm 16 dengan judul resensi “KARTINI, SEBUAH PLAGIAT”