HMINEWS.COM

 Breaking News

Berapa Usia HMI?

February 04
17:51 2010

Waktu, selain menjadi tanda kebesaran Tuhan, tentunya menjadi patokan bagi siapa pun untuk mengingat dan melakukan refleksi. Namun, setiap patok tentunya membutuhkan akurasi. Ketidakakuratan mendorong kemunculan kesalahan dalam melakukan refleksi. Tulisan ini hanya ditujukan untuk mengungkap beberapa hal kecil terkait dengan penanggalan yang digunakan HMI.

HMI dalam setiap korespondensi formal senantiasa meletakkan penanggalan Hijriah di atas dan/atau mendahului penanggalan Masehi/Gregorian. Hal ini menunjukkan bahwa HMI relatif lebih percaya terhadap penanggalan Hijriah walaupun dalam momen tertentu, seperti milad, tetap bernegosiasi dengan dominasi penggunaan penanggalan Masehi/Gregorian di Indonesia dan dunia. Padahal, penanggalan Masehi/Gregorian tidak jarang mengalami koreksi yang salah satu di antaranya sebagai berikut.

Penanggalan Gregorian pada awalnya mendasarkan diri pada Geosentrisme yang percaya bahwa bumi menjadi pusat bagi tata surya dan matahari berevolusi terhadap bumi. Salah satu kesalahan yang cukup menonjol dari asumsi tersebut ialah kesalahan penentuan Hari Raya Paskah selama 30 tahun dalam rentang 1475-1531 M. Berikut petikannya:

Furthermore, Regiomontanus well knew that using the old Alfonsine tables would be useless. In his calendar for 1475-1531 he pointed out that in thirty of the fifty-six years between 1475-1531, the date of Easter (the most important day in the Catholic Church) was wrong in the Alfonsine tables. (Because of the sensitivity of this information it was omitted from the German edition of Regiomontanus’ calendar.) To base his ephemeris on tables he knew to be inaccurate would have been completely illogical. Regiomontanus had to use a new source.

Zheng He’s ephemeris tables, on the other hand, were based on Guo Shoujing–which relied on a true understanding of the earth’s and planet’s rotation around the sun as the center of the solar system. In my submission, Zinner’s claim that Regiomontanus’ tables were based upon his personal observations also breaks down because he did not have time to make the necessary observations. Regiomontanus died in 1475. His tables continued for another fifty-six years; one can see his amendments in red in the tables, and these cover only five of the fifty-six years. ” Gavin Menzies, 1434: The Year A Magnificent Chinese Fleet Sailed to Italy and Ignited The Renaissance, (HarperCollins e-book, hal. 150).

Revolusi dari Geosentrisme menuju Heliosentrisme tidak sepenuhnya mengubah penerimaan publik terhadap penanggalan Masehi/Gregorian yang tetap menggunakan matahari sebagai tolok ukur, walau tidak sepenuhnya seperti Geosentrisme, akan tetapi berubah menjadi revolusi bumi terhadap pusat tata surya yang kemudian dijadikan tolok ukur baku bagi penanggalan Masehi/Gregorian.

Berdasarkan penanggalan Masehi/Gregorian, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibentuk pada 5 Februari 1947 yang bertepatan dengan 14 Rabiul Awwal 1366 H dengan mengecualikan batas waktu dalam menentukan pergantian hari antara penanggalan Masehi/Gregorian dengan Hijriah. Apabila pergantian hari dalam penanggalan Masehi/Gregorian jatuh pada pukul 00.00 di manapun di berbagai wilayah di seluruh penjuru bumi; maka pergantian hari dalam penanggalan Hijriah jatuh menjelang maghrib atau menjelang matahari terbenam yang kemudian disusul oleh kemunculan cahaya bulan (qamariyah) yang tentunya berbeda di setiap penjuru bumi mengingat perbedaan penerimaan cahaya matahari. Dengan demikian, tidak begitu jelas apakah penetapan pembentukan HMI yang diklaim bertepatan dengan 14 Rabiul Awwal 1366 H berlangsung sebelum atau setelah maghrib. Apabila pembentukan HMI dilangsungkan sebelum maghrib maka lebih tepat apabila pembentukan HMI bertepatan dengan 13 Rabiul Awwal 1366 H, sementara bilamana pembentukan HMI setelah maghrib maka betul narasi dominan yang mengatakan bahwa kelahiran HMI bersamaan dengan 14 Rabiul Awwal 1366 H.

Uniknya, perayaan milad HMI lebih sering dilangsungkan menggunakan penanggalan Masehi/Gregorian yang tentunya mengandung perbedaan dari tahun ke tahun. Padahal, setiap korespondensi formal HMI, khususnya melalui surat, senantiasa mendahulukan penanggalan Hijriah ketimbang Masehi/Gregorian. Apabila dihitung menggunakan penanggalan Masehi/Gregorian, maka HMI telah berusia 63 tahun pada tahun 2010 Masehi/Gregorian; sedangkan bilamana dikalkulasi menggunakan penanggalan Hijriah, maka HMI telah berusia 65 tahun.

Dengan demikian, berapa usia HMI? Tentunya, jawaban yang lebih memadai merupakan jawaban yang konsisten dan tidak berdasar pada penanggalan yang pernah mengalami kebangkrutan historis. Apabila argumen ini diterima, maka milad HMI yang ke-65 jatuh pada 14 Rabiul Awwal 1431 H bertepatan dengan 28 Februari 2010 dan bukan pada 5 Februari 2010 yang bertepatan dengan 21 Shafar 1431 H. Tentunya, kita tidak ingin menambah dualitas HMI dan tidak ingin mengikuti “kebangkrutan tetangga.” (Qusthan – Penulis buku Melawan Fasisme Ilmu)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. lambang
    lambang February 05, 07:37

    tadi malam HMI komisariat STAIN PONOROGO merayakan dies natalis yang ke 63 di malam jum’at (kamis) tanggal 5 februari 2010 di panggung telaga ngebel.

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.