HMINEWS.COM

 Breaking News

Bang Abeng : Alumni HMI Jualan Nasi Uduk

February 04
12:12 2010

Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB, dan sepertinya hari itu akan menjadi hari yang terik karena matahari sudah sangat terik memancarkan sinarnya. Semua orang sudah memulai aktifitas kesehariannya, seorang pedagang sudah mulai menggelar dagangannya, guru sudah mulai memberikan ilmu bagi murid-muridnya dan pegawai negeri sudah mulai menyeduh kopi kemudian membaca Koran di kantornya masing-masing atau mungkin baru sampai ke kantornya.

Pun demikian dengan bang Abeng, salah satu penjual nasi uduk di Jalan Raya Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Bang Abeng, bukanlah penjual nasi uduk biasa yang sering di temui di pasar-pasar atau di perkampungan-perkampungan di daerah Jakarta. Dia mempunyai latar belakang sebagai seorang aktivis organisasi mahasiswa Islam yakni HMI.

Ya….alumni HMI yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi bang Abeng. Bang Abeng, adalah salah satu kader HMI Cabang Jakarta angkatan tahun 1985 yang pernah kuliah di Institut Habibie Jakarta dan Universitas Indonesia meski hanya sampai semester satu.

Dalam aktivitas ke-HMI-annya, Bang Abeng pernah menjadi ketua Komisariat Habibie dan pernah menjadi pengurus HMI Cabang Jakarta.  Selain itu, dalam pendidikan formal ke-HMI-an, beliau sudah melewati jenjang pendidikan Latihan Kader dua (LK II).

Menurut Bang Abeng, menjual nasi uduk adalah profesi yang tanpa resiko, tanpa stres dan tidak ada tekanan. “kalau jualan nasi uduk itu, santai, tidak capek dan tak ada tekanana. Kalau tidak laku, ya dimakan sendiri” tutur Bang Abeng.

” Saya dulu pernah jadi asistennya anggota DPR, pernah juga jadi pekerja professional, dan pernah jadi guru sekolah. Jadi saya sudah puaslah bekerja sebagai pekerja professional. Selain itu, saya ingin membuktikan bahwa menjadi kader HMI itu tidak harus berorientasi jadi politisi, karena yang terjadi dari dulu kader HMI itu hanya tertarik pada politik saja” demikian Bang Abeng menuturkan.

Itu lah cerita seorang alumni HMI yang berjualan nasi uduk. Bertemu alumni HMI yang menjadi anggota DPR merupakan hal yang lumrah, apa lagi bertemu dengan menteri, pejabat lembaga negara, pengusaha sukses, pegawai negeri, pegiat LSM, atau mungkin guru. Namun, bagaimana halnya jika seorang kader HMI bertemu dengan alumninya yang berprofesi sebagai penjual nasi uduk? (Sunardi Panjaitan)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

10 Comments

  1. prayang
    prayang February 05, 17:12

    Biasa saja, ketemu alumni hmi yang pengangguran juga banyak, tidak masalah.

    Reply to this comment
  2. faiz
    faiz February 06, 22:11

    betul itu,
    masih sukur ktemu yang jadi penjual nasi
    malah ada yang jadi rampok berdasi

    Reply to this comment
  3. ANSAR
    ANSAR February 09, 10:11

    MAJU DAN TERUS BERKARYA

    Reply to this comment
  4. leni
    leni February 09, 17:42

    selamat berjuang bang…semoga menjadi bos penjual nasi uduk…dan tetep berkarya memberikan yang terbaik

    Reply to this comment
  5. adek
    adek February 19, 18:31

    yang penting halal ya bg…daripada jadi pejabat yang korup….

    Reply to this comment
  6. khalil al Tegali
    khalil al Tegali March 01, 10:50

    Bersyukur dan ikhlas……….seperti Hymne HMI, krn dengan membuka usaha sendiri ( jualan nasi uduk) itu lebih mulia dari pada menjadi penjilat… atau penjahat berkerah yg sering disebut penjahat kerah putih. yg pentingkan halal sehingga dapat berkah……..

    Reply to this comment
  7. sekjend PB HMI 2007-2009
    sekjend PB HMI 2007-2009 March 03, 10:45

    Subhanallah… salut!!! Luar biasa bang. salam kenal dan hormat dari saya bang…

    Reply to this comment
  8. aditya
    aditya December 20, 23:20

    saya akan menjadi alumni HMI yg sukses, setelah sukses jual nasi uduk ! hhehehehe

    Reply to this comment
  9. Joko Yuwono
    Joko Yuwono September 27, 14:33

    syaluuut!
    mari berhimpun di HIPKA http://hipkanews.com

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.