GMPI (gerakan mahasiswa pemuda Indonesia) mengeluarkan rilis dalam menyikapi agenda 100 hari kinerja pemerintahan SBY-BOEDIONO.

Dalam pernyataannya GMPI menyatakan “bahwa agenda kerja 100 hari SBY-BOEDIONO sama sekali tidak pro rakyat”, begitu diungkapkan oleh bendahara umum GMPI, Fuad Adnan (sabtu, 30/1).

Agenda kerja yang tidak pro rakyat tersebut antara lain adalah :
1.       Membeli pesawat VVIP untuk digunakan oleh presiden dan wakil presiden.
2.       Menaikkan gaji presiden, wakil presiden, menteri cabinet, wakil menteri, dan pimpinan lembaga tinggi Negara.
3.       Membeli mobil dinas untuk 160 pejabat Negara dengan harga 1.3 milyar per buahnya.
4.       Menaikkan harga kebutuhan pokok dan tarif dasar lisrik.
5.       Melemahkan KPK sebagai motor penegak hokum dalam berbagai kasus korupsi.
6.       Merawat koalisi dengan partai-partai pendukung pemerintahan.
7.       Menggenjot pajak.
8.       Meredam skandal kasus Century yang melibatkan Sri Mulyani (menkeu) dan Boediono (Wapres).
9.       Menggali sumber utang Luar Negeri.
10.   Menjaga citra dengan meluncurkan Album lagu terbaru.

“Catatan tersebut makin menambah ketidak percayaan rakyat kepada pemerintahan berkuasa saat ini”, tambah fuad. SBY seharusnya melaksanakan agenda yang mampu memberikan kesejahteraan yang konkrit. (redaksi/adh)