poskota.co.id

Lebih dari sepuluh ribu orang, mahasiswa bersama rakyat tumpah ke jalan-jalan Jakarta memperingati hari anti korupsi sedunia, 9 Desember, kemarin. Mereka menyerukan  Indonesia yang bebas dari korupsi.

Di depan monument nasional, Jakarta, dekat istana kepresidenan, mahasiswa, tokoh agama, rakyat, buruh mendeklarasikan piagam Indonesia bebas korupsi.

Di daerah, mahasiswa bersama elemen masyarakat juga memperingati hari anti korupsi ini dengan aksi di jalan-jalan protocol. Tuntutuan mereka sama : bebaskan Indonesia dari korupsi.

Inilah gerakan 9/12, gerakan dari mahasiwa bersama elemen masyarakat sipil bukan untuk melakukan kudeta, tapi memperingatkan pemerintah agar berjalan dir el yang benar, pemerintah yang bebas dari korupsi.

Ketika Rakyat sudah lelah mendengar slogan dan retorika politik, ketika rasa keadilan tercabik-cabik, saat itulah hatinurani tergerak.

“Banyak diantara kita yang bersuara keras anti korupsi, namun perilaku, kebijakan dan tindakannya justru memberi angin pada koruptor – “Seolah anti korupsi, padahal ia adalah komprador koruptor.” Kata Ketua Umum HMI MPO, M Chozin.

Ikhtiar memberantas korupsi tidak cukup hanya diserahkan pada aparat penegak hukum. Alih-alih memberantas korupsi, para penegak hukum justru mengangkangi hukum dengan menjadi pelaku utama korupsi. Mereka memperdagangkan hukum dan melakukan bersekongkolan jahat dengan para bandit dalam mencuri harta rakyat.

Oleh karena, kekuatan rakyat dan mahasiswa kini menjadi harapan utama dalam pemberantasan korupsi. Bersama dengan institusi anti korupsi yang belum terkontaminasi (KPK), kekuatan masyarakat sipil harus bersatu membebaskan negeri ini dari jerat para koruptor.