Beberapa tokoh profesional dibidang pendidikan disebut-disebut masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Rektor Universitas Paramadina Anis Rasyid Baswedan pun tak luput masuk dalam daftar kandidat Mendiknas.

Ditengah para tokoh merapat ke Cikeas, Anis Baswedan malah menghadiri acara Syawalan Alumni HMI-MPO di Galeri Café Taman Ismail Marzuki Jakarta, (Sabtu, 17-10-2009). Dalam sambutannya, Anis Baswedan menegaskan pentingnya fungsi lembaga pendidikan untuk menjadi ‘eskalator’  yang mampu mengangkat derajat seseorang.

Saat ini mestinya pendidikan tak hanya dipandang sebagai menciptakan manusia cerdas, berakhlak. Secara mikro itu benar. Tapi secara makro, pendidikan harusnya menjadi alat rekayasa struktural untuk memangkas batas-batas yang membuat orang tak bisa naik kelas sosial.

Namun kendalanya ‘eskalator’ tersebut saat ini hanya bisa dinikmati oleh orang tertentu. Saat ini pendidikan tak bisa lagi digunakan orang sebagai eskalator untuk naik kelas. Karena harganya yang tak terjangkau. Jadi proses rekayasa struktural berhenti sekarang. Jika kita bukan siapa-siapa, tak bisa kita masuk universitas unggulan.

Untuk itu, Anis berharap, alumni-alumni HMI  mampu memberikan akses-akses kepada kader-kadernya, untuk dapat menaiki ‘eskalator’ tersebut.

“Akses-akses tersebut  janganlah dibebankan kepada teman-teman yang baru 10 tahun lulus kuliah, namun seperti kita ini yang sudah 10 tahun lebih lulus kuliah hendaknya bisa menyekolahkan 3-4 orang.” tandasnya.

Anies mengkritik proses perkaderan HMI saat ini tidak dipersiapkan untuk menghadapi masa depan. Harusnya perkaderan HMI sekarang harus bisa mendesain agar sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan melahirkan orang-orang yang mampu memainkan peran utama dalam perubahan. Tema-tema diskusi dan kegiatan di HMI MPO juga harus bisa memikirkan ini dan jangan terjebak seperti tema-tema ketika periode perlawanan terhadap Orde Baru.

Penerima  penghargaan Young Global Leader 2009 di World Economi Forum ini berharap, perkaderan HMI MPO bisa melahirkan calon-calon pemimpin yang bisa memainkan peran di masa depan.

Ditanya usai acara tentang namanya yang disebut-sebut bakal menggantikan Bambang Sudibyo sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Anies mengaku belum ada kabar dari Cikeas, “Nggak ada apa-apa, itu hanya isu yang dihembuskan oleh media,” ujarnya. [Busthomi Rifa’i]