Himpunan Mahasiswa Islam  (MPO) meminta Partai Golkar melakukan perubahan besar di tubuh partainya. Mereka meminta partai ini menjadi partai penyambung lidah dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan elit.

Menurut Ketua Komisi Lingkungan Hidup PB HMI MPO, Hery Ismanto, sebagai salah satu partai tertua yang memiliki kader dan simpatisan mencapai puluhan juta, Partai Golkar menjadi tumpuan harapan sebagian rakyat di negeri ini.  “Ini merupakan sebuah legitimasi untuk Golkar dalam menjalankan segala programnya yang sesuai dengan kepentingan rakyat.”

Hary menjelaskan, di negeri ini, salah satu jalur penyambung aspirasi kepentingan rakyat adalah partai politik. Partai politik lah yang memunyai kewenangan luar biasa dalam upaya perwujudan kepentingan rakyat seluas-luasnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan lainnya.

Musyawarah Nasional (Munas) yang akan dilaksanakan pada 5-8 oktober ini, lanjut Hary merupakan sebuah momentum penting yang akan berkaitan langsung dengan harapan-harapan rakyat yang sudah menambatkan aspirasi politiknya kepada partai ini.

“Ini berarti bahwa Munas harus mampu menghasilkan program-program kerja partai yang betul-betul sesuai dengan kepentingan rakyat, bukan sebagai ajang perumusan program pengkhianatan terhadap rakyat.”

Berkaitan dengan Munas Golkar ini, PB HMI berharap :

  1. Mekanisme Munas tidak diwarnai dengan praktik money politics;
  2. Mendorong tokoh-tokoh muda yang independen, cerdas dan revolusioner agar mampu melakukan perubahan terhadap Golkar dalam kepengurusan ke depan;
  3. Tidak memilih calon Ketua Umum yang mempunyai track record buruk, seperti terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran HAM, kasus perusakan lingkungan dan menistakan rakyat,  yang nantinya dapat berdampak kepada terhambatnya implementasi gagasan-gagasan hasil Munas;
  4. Golkar harus menjadi partai yang mengusung secara penuh kepentingan-kepentingan rakyat seluas-luasnya.