Senin 5 Oktober 2009, sekitar 30an kader HMI cabang Yogyakarta turun kejalan menggelar aksi bisu tolak pengkerdilan KPK. Dengan mengenakan topeng bergambar wajah Susno Aji, Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah dan SBY. Selain itu seluruh masa aksi juga menggunakan lakban untuk memplester atau menutup mulut, hal ini dilakukan sebagai simbolisasi atas pembungkaman yang dilakukan oleh pemerintah terhadap KPK dan kelompok yang peduli terhadap KPK.

Aksi dilakukan dari titik nol kota Yogyakarta, yaitu perempatan tugu. Aksi dilanjutkan dengan long march dan membagikan selebaran kepada masyarakat dan pengguna jalan. Sepanjang jalan dari perempatan tugu menuju kantor DPRD DIY, tidak ada stu suarapun yang keluar dari mulut masa aksi. Didepan gedung DPRD DIY, masa aksi secara serentak melapas lakban yang memplester mulut mereka dan meneriakkan
Tolak Pembungkaman!!!!

Di gedung DPRD ini HMI menuntut agar ada komitmen dari anggota DPRD DIY untuk mendukukung KPK dalam memerangi korupsi. Tiga wakil dari Hmas DPRD DIY yang diwakili tiga fraksi yaitu FPKS, FPKB, dan FPD. Ketiga fraksi tersebut mendukung dan berkomitmen untuk mendukung KPK, kecuali perwakilan dari Fraksi Demokrat, beliau mengatakan “partai demokrat akan mendukung setiap upaya penggembosan terhadap KPK”.

Setelah dari gedung DPRD masa aksi bergerak menuju kantor POLTABES DIY, di sini masa aksi berhasil menuntut pernyataan sikap dari POLRI (POLTABES) atas kemelut KPK VS POLRI, dari POLTABES diwakili oleh kepala HUMA POLTABES DIY. (Al Natari)