Sumpah Pemuda pertama kali dikumandangkan ketika  generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia bertekad kuat  untuk membentuk satu bangsa yang utuh dan bersatu dibawah naungan negara yang merdeka. Tapi, disaat bangsa ini telah merdeka,  generasi masa kini justru semakin enggan ikut serta menyelesaikan berbagai masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini, diantaranya masalah pemberantasan kemiskinan dan peningkatan mutu pendidikan.

Demikian dikatakan oleh ketua Gerakan Nasional Mahasiswa Indonesia (GNMI), Malik Ridwan dalam Seminar Sumpah Pemuda di Jakarta, Senin (26/10). Menurut Malik, sudah saatnya generasi muda masa kini mengubah pola pikir dan orientasinya untuk terlibat langsung dalam program pemerintah  dalam usaha pemberantasan kemiskinan dan meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini.

Dalam kesempatan tersebut Malik juga mengatakan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang, harus dijadikan moment penting untuk mengikrarkan kembali sumpah setia memperjuangkan kesejahteraan negara ini . Oleh karena itu, lanjut Malik generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam pemberdayaan masyarakat untuk pemberantasan kemiskinan. “Suatu bangsa tidak akan menderita apabila generasi mudanya adalah generasi yang betanggungjawab, peduli dengan persoalan yang dihadapi oleh bangsanya, dan generasi muda yang kritis dan ingin membangun bangsa atau daerahnya,” tegas Malik.

” Jika kita tidak berpikiran demikian, maka kita harus malu kepada para pendahulu yang rela  berjuang demi persatuan negara ini, meski tanpa fasilitas yang memadai seperti saat ini”, tambah Malik. (Rita Z)