Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) harus tetap menjadi kampus rakyat, dimana semua orang dan lapisan masyarakat dapat menikmati bangku pendidikan tinggi di kampus ini.

Demikian dikatakan Rektor terpilih UNSOED Edy Yuwono dan mantan presiden BEM FISIP UNSOED, Khoirurizq dalam diskusi public “Undoed Kampus Desa Harga Kota” di Aula FISIP UNSOED, Purwokerto, kamis (10//9) kemarin. Diskusi ini digelar oleh BEM FISIP UNSOED.

Edy Yuwono maupun Khoirurizqo mengungkapkan ketidaksepakatannya terhadap biaya pendidikan di UNSOED yang makin mahal.

Departemen Advokasi dan Sosial Politik BEM FISIP Unsoed menyatakan UNSOED mematok sumbangan BOPP seorang mahasiswa dengan bayaran sekitar Rp. 2,5 juta hingga Rp 180 juta.

“Meskipun UNSOED ada di desa, tapi untuk masuk kesini semua mahasiswa harus membayar dengan harga kota, hanya orang kaya yang bisa masuk UNSOED,”ungkao Syahid Muttahari dari Departemen Advokasi dan Sosial Politik BEM FISIP UNSOED “Anak Indonesia akan tetap bodoh kalau seperti ini” tambahnya. (Citra Banch Saldy)