Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil mendeklarasikan gerakan CICAK untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Deklarasi ini digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Malioboro, Jogjakarta. Minggu (02/08) kemarin.

CICAK (Cinta Indonesia Cinta KPK) merupakan gerakan yang bertujuan untuk mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi.

Deklarasi ini digelar oleh Pusat Kajian Anti (PuKAT) Korupsi Fakultas Hukum UGM Yogyakarta yang  bekerjasama dengan Aliansi organisasi kampus baik internal, eksternal dan eleman organisasi masa yang ada di Yogyakarta, antaralain: Forum LSM DIY, ICM, IMM Cab. BKSM Sleman, HMI Cab. Bulaksumur, PMII Cab. Sleman, HMI MPO Cab. Yogyakarta, KAMMI DIY, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), BEM FEB UGM, DEMA Justicial FH UGM, Gunungkidul Corruption Watch (GCW), Sampang Corruption Watch (SCW), KAPMEPI DIY, Indonesia Youth Parlement (IYP), Ma’arif Institute Sleman, PPSDMS Nurul Fikri, Stube Hemat, DPD IMM DIY, LEM FH UII, BEM FH UMY.

Aksi deklarasi gerakan CICAK Yogyakarta ini sempat tertunda beberapa hari. Deklarasi yang seharusnya dilaksanakan pada (26/07) belum bisa terlaksana karena masalah  teknis dan menungu momen waktu yang tepat untuk deklarasi.

“Miskipun acara deklarasi ini sempat tertunda tidak mengurangi kemerihaan dan semagat kami untuk mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi di negri ini,” ujar Danang ketua Kordinasi deklarasi CICAK. Ketika ditanya mengenahi sempat tertundanya deklarasi CICAK ini Danag mengatakan. “Kemarin itu hanya kendala teknis saja dan kemudian kita juga mencari waktu dan momen yang tepat untuk deklarasi CICAK ini,” ucap danang kepada LAPMI. “Sekaranglah waktu yang pas untuk deklarasi CICAK Yogyakarta.” katanya.

Sebelum melakukan deklarasi, para masa aksi gerakan CICAK ini mendatangi Poltabes untuk meminta dukungan dan melakukan triotrikal didepan halaman Poltabes. Diahir acara kunjungan di poltabes masa gerakan CICAK ini memberikan kaca kayu sebagai simbol supaya polisi berkaca dalam pemberantasan korupsi. Di Poltabes sendiri masa aksi juga disambut dengan senang hati oleh Poltabes beserta jajarannya.

Puji Hartoyo perwakilan dari HMI-MPO Cabang Yogyakarta dalam orasinya mengatakan. “Upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan tanpa terkecuali. Dalam hal ini semua lembaga berkomitmen untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi. KPK memiliki peran dalam hal ini maka kita semua harus mendukung,” ujar Puji Hartoyo dalam orasinya didepan masa aksi. “Adanya upaya pelemahan dan pemandulan peran utama KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia sangat disayangkan. Dalam hal ini polisi harus ikut berperan serta bukan malah melemahkan KPK.” ucap Puji Hartoyo diahir orasinya.

Ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Budi Santoso mengatakan. “KPK merupakan lembaga yang efektif dalam pemberantasan korupsi di negri ini. Kita wujudkan perjuangan membantu KPK.”  Kata Budi.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam deklarasi ini salah satunya adalah Bapak Maksun (PWNU), Pak Sahlan Said (Mantan Aktifis Korupsi Yogyakarta) dan Hasrul Halimi (UGM). (Ismail)