Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam penyampaian pidato kenegaraan dalam rangka Peringatan HUT RI ke-64,di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat pagi mengatakan pelaksanaan agenda reformasi harus terus dijalankan meski tidak mudah dan kerap mendapat hambatan dan tantangan. “Dalam pelaksanaan semua agenda reformasi tersebut, tidaklah selalu mudah. Reformasi kita penuh dengan pasang dan surut, sering menghadapi resistensi, serta ada pula yang menjalankannya secara berlebihan. Namun, semua itu adalah wajar dalam proses reformasi, dalam perubahan yang berskala besar,” katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, reformasi yang berlangsung sejak 1999 merupakan sebuah proses yang berkesinambungan sehingga agenda-agenda reformasi harus terus dijalankan, disertai dengan proses koreksi terhadap hal-hal yang tidak sesuai atau menyimpang. “Ingat, reformasi pada hakikatnya adalah perubahan dan kesinambungan, change and continuity,” tegasnya.

Presiden Yudhoyono mengatakan, selama 10 tahun terakhir telah banyak agenda reformasi yang dijalankan, meski belum tuntas namun telah ada perubahan signifikan dalam kehidupan politik dalam negeri ke arah lebih baik.

Kepala Negara menambahkan, juga telah dilakukan revisi berbagai Undang-undang dan peraturan pemerintah agar sesuai dengan semangat dan cita-cita reformasi.

Juga telah direformasi sistem pemilu agar dapat memaksimalkan akuntabilitas wakil rakyat kepada rakyat yang diwakilinya. Di Indonesia, kata Yudhoyono, presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota pun telah dipilih secara langsung oleh rakyat.

Sumber : ANTARA News