Mantan Ketua Umum PB HMI periode 2003-2005 Cahyo Pamungkas menilai HMI MPO sejauh ini belum bisa bersaing dalam dunia politik Indonesia. Itu semua terjadi karena kebanyakan kader HMI MPO menurutnya masih canggung dalam memandang politik. Pada umumnya mereka menginginkan politik yang bersih dan sesuai dengan harapan khitah perjuangan. Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi Prapilpres yang dilaksanakan di Sekretaria HMI Cabang Jakarta Selatan, Senin (6/7).

Cahyo mengatakan sebenarnya kader HMI dilahirkan dan dibesarkan untuk menjadi seorang pemimpin. Hal tersebut sudah dibentuk mulai dari pelatihan Basic Training, tetapi semua itu gagal karena kita tidak punya strategi yang tepat untuk mewujudkan semua cita-cita tersebut.

“Kader HMI diharapkan mampu menjadi pemimpin bangsa ini, mulai dari LK 1 seluruh kader HMI telah diajarkan menjadi orang yang berkuasa, tapi kita tidak punya strategi yang kuat untuk mencapai kekuasaan tersebut”, kata Cahyo

Menurutnya Cahyo agar dapat terjun ke dunia politik Indonesia, kader HMI harus menyadari bahwa saat ini tidak ada politik yang bersih. Hal yang dapat dilakukan HMI saat ini adalah mencari strategi yang tepat untuk dijadikan senjata yang ampuh dalam menaklukkan politik yang berlaku di negara ini.

” Kita harus menyadari tidak ada politik yang bersih dan ideal dengan cita-cita HMI, jadi untuk terjun ke dunia politik kita harus punya strategi yang bagus”, Kata Cahyo.

Cahyo juga menilai politik di Indonesia saat ini hanya dijadikan ajang untuk merebut suara dan ruang publik yang dapat menciptakan makna tertentu bagi masyarakat luas.

Penciptaan makna tersebut menurut Cahyo dapat dilakukan dengan membangun strategi politik pencitraan diri yang kuat. Hal tersebut lanjutnya dapat dilakukan dengan cara memunculkan opini publik melalui media terkait calon yang akan diusung untuk memperebutkan kursi kekuasaan.

Selain itu, Cahyo mengatakan kader HMI harus memiliki keinginan untuk berkuasa dan bertekat membawa perubahan bagi bangsa ini. Semua itu dapat diwujudkan dengan mempersiapkan investasi simbolik yang dapat dijadikan modal utama dalam membangun citra diri dimasyarakat. (rita z)