Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk diminta tidak meremehkan posisi Gubernur Bank Indonesia dengan membiarkan posisi Gubernur Bank Indonesia dalam keadaan kosong.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Ekonomi PB HMI (MPO), Ayib Rudi, hari ini (30/7) melalui press release yang diterima HMINEWS.

Pengunduran diri Boediono dari jabatan Gubernur Bank Indonesia untuk mendampingi Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pencalonan presiden dan wakil presiden 2009 – 2014 telah menyebabkan posisi pimpinan di BI tersebut dalam keadaan kosong terhitung sejak 15 Mei silam.

Ayib menegaskan,  Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang sangat penting, yang bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 2004, sehingga posisi Gubernur BI harus segera terisi kembali.

Komisi Ekonmomi PB HMI (MPO) meminta kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera menunjuk dan menyerahkan nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia kepada DPR, agar posisi Gubernur Bank Indonesia segera terisi, sehingga kinerja Bank Indonesia bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Nama-nama calon Gubernur Bank Indonesia yang nantinya ditunjuk Presiden Soesilo Bambang Yudoyono (SBY), agar juga segera dipublikasikan kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat berkesempatan menilai kredibilitas calon-calon tersebut dalam mengelola kebijakan moneter” ujar Ayib. (MAS)