“Permasalahan bangsa sangat kompleks, 63 tahun Indonesia merdeka tapi kita masih saja belum merasakan apa itu arti merdeka. Pergantian rezim hanya sebatas prosedural kebangsaan, rakyat tetap saja tidak makmur dan sejahtera bahkan semakin sengsara. Untuk itu perlu kiranya kita melakukan istikharah kebangsaan. Istikharah disini berarti meminta petunjuk yang hakiki kepada Allah SWT ikhwal pilihan mana yang terbaik terkait kepemimpinan nasional dalam menjawab permasalahan bangsa” Ungkap Dodo Murtadho Ketua IMM Cabang Banyumas dalam sambutan pembuka acara Istikharah Kebangsaan Menjawab Permasalahan Bangsa, Sabtu 27 Juni 2009 di Aula Justicia Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Acara ini menghadirkan Sri Bintang Pamungkas & Ton Abdillah (Sekjen IMM Pusat) sebagai pembicara. Dalam paparannya Sri Bintang Pamungkas mengkritik tingkah polah mahasiswa yang terkesan sangat acuh terhadap permasalahan bangsa. “mahasiswa itu bagian dari rakyat, tapi mengapa mereka berkhianat terhadap rakyat, mahasiswa saat ini tidak lebih dari ilmuan gombal, ilmuan yang lupa kalau dirinya dibiayai oleh rakyat” ungkap Sri Bintang. Terkait penyelenggaran Pilpres, Sri Bintang menuturkan “bahwa 3 pasangan calon tersebut tidak jauh berbeda, sama-sama berdiri diatas kesengsaraan rakyat.” “Rezim saat ini yang dikuasai SBY telah melakukan pembohongan publik, menurunkan BBM kok dianggap prestasi, itu hanya akal-akalan dia (SBY red.) guna mencari popularitas, dan bodohnya rakyat percaya akan hal tersebut” ujar Sri Bintang diiringi tawa & tepuk sorai mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. “Untuk itu pembenahan menuju Indonesia Baru harus segera dilakukan, Sudah tahu kain itu (Pemilu.red) kotor, kok masih saja dipakai, ya jelas hasilnya akan kotor, Golput adalah jawabannya”. Tegas Sri Bintang “Golongan Putih memperjuangkan berlakunya system penyelenggaraan Negara yang disebut Indonesia Baru melalui perubahan UUD 1945, dan juga menyiapkan system pemilu yang memilih orang dengan system distrik bukan memilih partai atau golongan, sehingga hanya orang-orang yang berkualitas yang bias terpilih” tambahnya.

Sedangkan Ton Abdillah mengatakan bahwa ” saat ini kita berhadapan dengan kenyataan bahwa reformasi tidak seindah seperti yang dibayangkan, reformasi tidak mampu merubah keadaan bangsa”. “Pemilu adalah kuasa uang, dan ini adalah akibat demokrasi liberal yang digadang-gadang oleh rezim SBY dimana hanya menguntungkan pihak pemodal sedangkan rakyat tetap tertindas” Ungkap lelaki yang akrab dipanggil Ton. “Ini bukan dukungan atau berpihak tapi saya sepakat dengan tagline JK bahwa lebih cepat lebih baik jika Indonesia segera diselamatkan dari keterpurukan” tandas Ton.  (Citra B)