JAKARTA – Pernyataan Kapuspenkun Kejagung Jasman Panjaitan yang membenarkan status Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, memicu keprihatinan dari orang nomor satu di KPK.

Kekecewaan Antasari diungkapkan oleh pengacaranya, Ari Yusuf Amir saat berbincang dengan wartawan di Kawasan Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (2/5/2009). “Beliau (Antasari) mengatakan tegas, tidak terlibat dalam kasus ini. Itu (komentar Kejagung) yang kita sesalkan,” ujarnya.

Semestinya kewenangan penyidikan serta penentuan status seseorang berada di tangan pihak Kepolisian. Sehingga tidak sepatutnya pihak lain seperti Kejagung latah ikut berbicara mengenai status Antasari. Apalagi data yang disampaikan masih dipertanyakan kebenarannya.

“Kita tidak berani spekulasi, tapi yang jelas kita sesalkan ini. Sudah jadi pemberitaan di setiap media. Ya, kita ikutin saja dan beliau yakin hukum dan kebenaran akan ditegakkan,” ungkapnya.

Perang urat syaraf antara Antasari dan Kejagung dipicu pernyataan Kapuspenkum Kejagung Jasman Panjaitan sore kemarin kepada wartawan tentang status Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Jasman membenarkan Antasari telah ditetapkan Kepolisian sebagai tersangka.

Malam harinya, pihak Antasari melalui pengacaranya menyangkal pernyataan tersebut. Antasri bersikeras dirinya masih berstatus saksi dan baru akan diperiksa pada Senin, 4 Mei mendatang. Kuasa hukum Antasari, Ari Amir Yusuf pun menunjukkan kepada wartwan surat panggilan dari Polda Metro Jaya dengan nomor S-Pgl/8429 N/2009/Dit Reskrim. Dalam surat tersebut tertera Antasari akan diperiksa sebagai saksi.

Sumber: www.okezone.com, Sabtu, 2 Mei 2009