HMINEWS.COM

 Breaking News

Israel Gagal Pojokkan Iran

April 22
04:04 2009

Ribuan peserta Durban Review Conference di Jenewa menggagalkan upaya lobi-lobi Israel untuk memojokkan dan mengacaukan pidato Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Saat Presiden Iran sedang memberikan pidato di depan peserta Konferensi Dunia mengenai Rasisme yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu pada Senin (20/4) waktu setempat, seorang peserta berupaya melemparkan sesuatu ke arah wajah Ahmadinejad hingga Presiden Iran sempat menghentikan sebentar pidatonya.

Namun, lebih dari 4.500 wakil organisasi nonpemerintah (NGO) dan aktivis hak asasi manusia (HAM) meminta Presiden Iran untuk melanjutkan pidatonya. Para peserta terus memberikan tepuk tangan berulang kali hingga pidato Ahmadinejad selesai. “Saya minta seluruh peserta memaafkan mereka.Mereka orangorang yang kurang informasi,”kata Ahmadinejad sebelum dia melanjutkan kembali pidato-nya.

Setelah insiden itu, sebagian kecil perwakilan,dari 23 organisasi dan beberapa negara,memprotes pidato Ahmadinejad. Namun ribuan orang lain,termasuk perwakilan PBB, tetap berada di ruangan saat Presiden Iran melanjutkan pidatonya. Ahmadinejad menyebut Israel negara yang kejam dan rasis.

Presiden Iran menegaskan, Zionis Israel menggunakan peristiwa Holocaust sebagai dalih untuk mencuri tanah Palestina. Ahmadinejad menyebut Zionisme sebagai bentuk rasisme. Ribuan orang yang masih berada di dalam ruangan menunjukkan dukungan pada ide-ide Ahmadinejad selama pidatonya dengan tepuk tangan meriah berulang kali.

Berbagai kelompok lobi Zionis telah berulang kali menyuarakan protes atas kehadiran Ahmadinejad dalam konferensi antirasisme itu.Menurut Israel, kehadiran Presiden Iran itu dapat mengganggu objektivitas konferensi. Namun, juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi menggambarkan kehadiran Ahmadinejad di Durban Review Conference atau Durban 2 itu sebagai langkah yang tepat dan telah diperhitungkan dengan matang.

Durban 1 merupakan Konferensi Dunia mengenai Rasisme pertama di Afrika Selatan pada 2001. Kini, Durban 2 digelar di Jenewa mulai 20-24 April. Konferensi itu mendapat dukunganPBB dan negara-negara Afrika serta negara lain dengan mengangkat agenda antirasisme. Sebanyak 4.500 NGO,aktivis HAM, dan kelompok kampanye antirasisme hadir dalam konferensi itu.

Rencana menggagalkan pidato Ahmadinejad tidak pernah sukses sebelumnya, termasuk saat Presiden Iran itu berpidato di Colombo University di Amerika Serikat (AS) dua tahun silam. Seperti terjadi di Colombo University, para politikus AS dan negara pro-Israel sangat marah kepada Rektor Universitas Lee Bollinger karena mengundang Ahmadinejad.Bollinger menganggap berbagai kebijakan Washington gagal mengisolasi Teheran.

Menurut Bollinger,Ahmadinejad sukses menyampaikan ide dan pesanpesannya kepada warga AS. Dalam pidato di Jenewa kemarin, Ahmadinejad mengatakan,”Setelah Perang Dunia II, mereka (Israel) melakukan agresi militer untuk membuat sebuah bangsa (Palestina) kehilangan tanah air,dengan alasan penderitaan Yahudi.” “Mereka (Israel) mengirim migran dari Eropa,AS, dan bagian lain dunia untuk mengembalikan sebuah pemerintahan yang sangat rasis di wilayah pendudukan Palestina. Faktanya, sebagai kompensasi dan konsekuensi rasisme di Eropa, mereka (Barat) membantu rezim paling rasis dan kejam untuk berkuasa di Palestina,” tandas Ahmadinejad. Ahmadinejad menyesalkan pemerintahan negara-negara Barat dan AS yang membela aksi rasis dan agresi Israel di Jalur Gaza yang menewaskan 1.330 warga Palestina.” Apa akar penyebab serangan AS terhadap Irak atau invasi Afghanistan? Apa motif di balik invasi Irak, selain dari arogansi pemerintahan AS dan upaya meluaskan pengaruh dan kepentingan perusahaan-perusahaan raksasa manufaktur persenjataan,” kecamnya. Wakil Perdana Menteri Israel Silvan Shalom mengecam pidato Ahmadinejad. “Iran mencoba melakukan berbagai hal agar mereka dapat menghapus Israel dari peta dan pada saat yang sama merusak rezim moderat muslim Arab di Timur Tengah,”katanya. “Israel akan tetap ada,”tandas Shalom yang berpidato di bekas kamp kematian Nazi, Auschwitz- Birkenau.

AFP/Rtr/syarifudin
Sumber: Koran Sindo, Rabu, 22 April 2009

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Hery
    Hery September 29, 10:58

    maju terus iran.. jgn pernah mundur, israel itu adalah teroris. mari kita tumpas bersama.

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.