Jakarta- Kongres HMI ke XXVII diundur pelaksanaannya dari tanggal 21 Mei menjadi 6-11 Juni 2008. Keputusan pengunduran jadwal ini diputuskan melalui rapat PB HMI yang digelar, Jum’at (24/4). Hasil ini sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi yang selama ini muncul terkait jadwal pelaksanaan kongres.

Keputusan ini diambil dalam rapat yang dihadiri ketua PB HMI Syahrul E Dasopang, Sekjend Eman Siswanto, ketua komisi pemuda sekaligus ketua SC Azwar M Syafei, ketua komisi hukum dan HAM Ahmad Ilyas, ketua komisi politik Heri Setiawan, staf komisi pemuda Muhammad Akhirudin, staf komisi ekonomi Siti Darmalisa dan Eksekutif Nasional LAPMI Trisno Suhito.

Sebelum keputusan diambil, rapat PB HMI mendengarkan penjelasan dari sterring comitte (SC) kongres menyangkut perkembangan terakhir kongres. Dari rapat terungkap jadwal kongres awalnya tetap tanggal 21 Mei 2009 denga tempat di wisma Taman Eden, Kaliurang. Bahkan dari pihak panitia sudah membayar untuk awal sebesar Rp 10 juta.

Wisma Taman Eden dipilih karena selain tempatnya representatif untuk menggelar acara besar, juga karena memberikan diskon sampai lima puluh persen untuk kongres HMI. Untuk harga normal di salah satu tempat paling favorit di Kaliurang ini adalah Rp 127 juta selama sekitar seminggu pelaksanaan kongres. Harga ini untuk penginapan dan makan. Namun, dari pihak manajemen wisma Taman Eden ternyata mau memberikan diskon sampai 50 persen sehingga dari panitia hanya membayar sekitar Rp 68 juta.

Diskon ini diberikan manajemen karena menilai bisa untuk promo tempat mereka ke publik sebab akan digunakan dan dikunjungi oleh HMI seluruh Indonesia.Tetapi dari pihak manajemen wisma Taman Eden kemudian mengontak panitia bahwa ada mis komunikasi dengan pihak pemilik tempat penginapan tersebut. Ternyata tanggal 18 Mei sampai 2 Juni tempat tersebut sudah ada yang memesan untuk digunakan. Dari pihak manajemen meminta maaf ke panitia kongres HMI dan menyampaikan tempat tersebut bisa digunakan HMI tanggal 6 Juni.

Atas pertimbangan dari manajemen, panitia kongres kemudian menyetujui waktu pelaksanaan kongres diundur tanggal 6 Juni dan menjadi berita di HMINEWS. Namun, keputusan jadi tidaknya pengunduran kongres itu bukan pada panitia atau SC. Tapi hasil keputusan rapat PB HMI yang akan memutuskan hal ini. Kepastian soal pengunduran waktu ini harus diputuskan melalui rapat PB HMI.

Panitia sebenarnya sudah berusaha mencari tempat yang memenuhi syarat selain Wisma Taman Eden, ternyata itu tidak ada. Ada beberapa alternatif tempat seperti di Wisma Pertanian, dan Pesantren Darul Hikmah. Tapi, di dua tempat tersebut aula yang ada cuma memuat maksimal 200 orang dengan harga sekitar Rp 60 juta. Sementara di asrama haji Yogjakarta, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal sampai Rp 130 juta.

Setelah melalui diskusi cukup panjang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, akhirnya rapat PB HMI menyepakati kongres diundur menjadi tanggal 6-11 Juni di Wisma Taman Eden, Kaliurang. Selain persoalan teknis tadi, ini sekaligus juga agar persiapan panitia lebih matang dalam menggelar kongres. Melalui rapat PB HMI tersebut menjadi keputusan resmi terkait pengunduran kongres sekaligus memberi kepastian pelaksanaan hajat terbesar HMI ini kepada cabang-cabang.

Trisno Suhito