Menghadapi Kongres HMI ke XXVII, Tim Pekerja Kongres (TPK) sedang membahas berbagai tawaran perubahan yang ada di konstitusi. Diharapkan, sehabis Pemilu legeslatif draft final dari TPK sudah selesai untuk selanjutnya disebarkan ke cabang-cabang guna dipelajari.

“Kita masih terus membahas dan belum sampai pada draft final,” ujar Ketua TPK Roni Hidayat, Selasa (31/3) kepada HMINEWS.COM. Roni mengatakan, TPK akan intensif untuk melakukan kerjanya dengan target tanggal 12 April selesai. “Minggu-minggu ini kita akan all out agar sebulan sebelum kongres, teman-teman cabang sudah mempelajari  draft dari TPK,” katanya.

Roni menjelaskan, TPK dibentuk tanggal 1 Februari 2009 berdasarkan SK No.62/A/KPTS/02/1430. Anggotanya ada sembilan orang yakni Roni Hidayat sebagai ketua dibantu oleh Syahrul E Dasopang, Erman Siswanto, Heri Setiawan, Abdul Hayyi Akrom, La Ode Rahmat, Muhyidin, Roham A dan Maftuhah Umami. Sampai sejauh ini, TPK sudah berkumpul sebanyak tiga kali setelah dibentuk.

Dikatakan, TPK dibagi beberapa bagian dengan person-person yang menjadi penanggung jawab. Misalnya untuk AD/ART dan Pedoman Anggota dipegang dirinya. Pedoman Perkaderan oleh Muhyidin, Pedoman Struktur oleh Syahrul E Dasopang dan Roham A. Sementara Pedoman Kesekretariatan, Atribut dan Keuangan doleh Maftuhah Umami. Untuk Program Kerja Nasional (PKN) itu penanggung jawabnya adalah Heri Setiawan, Abdul H Akrom dan La Oder Rahmat.

“Minggu-minggu ini kita akan bertemu semua untuk selanjutkan kita finalkan tawaran draf dari TPK,” ujarnya. Setelah draf final selesai, nanti TPK akan menyebarkan ke cabang-cabang untuk dipelajari dan dikritisi sebelum masuk arena kongres. Roni juga meminta kepada cabang-cabang untuk bisa menawarkan isyu-isyu perubahan konstitusi sebelum kongres agar menjadi wacana untuk diperbincangkan. “Kita berharap teman-teman bisa menulis di HMINEWS misalnya, agar itu menjadi wacana sebelum kongres,” pintanya.

Trisno Suhito