HMINEWS.COM

 Breaking News

JK Curiga Golkar Dipecah Belah

April 28
04:13 2009

JAKARTA – Perpecahan yang terjadi di tiga partai politik secara bersamaan, mengundang kecurigaan pengurus DPP Partai Golkar. Di waktu bersamaan, terjadi intimidasi terhadap pengurus partai di daerah-daerah dengan ditakut-takuti bakal dijerat hukum seperti yang dilakukan terhadap fungsionaris PPP Emron Pangkapi.

Kecurigaan itu datang dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Secara mendadak, JK menggelar jumpa pers mengungkapkan kecurigaannya Senin (27/4) malam.

”Kita cermati ada tiga partai yang pecah dengan cara yang sama, PPP, PAN, dan Golkar. Kita akan cari apa yang menyebabkan ini,” ujar JK dengan mimik wajah serius di Posko Slipi II di Jakarta.
JK didampingi sejumlah pengurus teras partainya ketika memberikan keterangan, yaitu Sekjen Soemarsono, Anggota Wanhat Aburizal Bakrie dan Fahmi Idris, dan Ketua DPP Burhanuddin Napitupulu. Belakangan datang Waketum Agung Laksono.

JK menyatakan heran di ketiga partai itu pengurusnya tiba-tiba melawan ketua umumnya. Pengurus PG bertekad membongkar konspirasi yang ingin memecah belah ketiga parpol itu.
Ia tak ingin budaya politik yang dianggapnya tidak fair ini berkembang di Tanah Air. ”Tidak menjalankan demokrasi dengan baik,” kecamnya tanpa menyebutkan indikasi pelakunya.

JK juga mengungkapkan bahwa pengurus PG di daerah-daerah termasuk partai lain mulai terpecah belah. Para pengurus ini ditakut-takuti akan ditangkap. Ia pun mengecam penangkapan Emron Pangkapi yang dinilainya tidak sesuai dengan rasa keadilan.

”Dihukum ya dihukum, tapi kok waktunya 10 tahun lalu,” tanyanya. ”Hukum harus jalan, tapi hukum juga melihat sisi keadilannya.” Menurut JK, intimidasi seperti itu membuat pengurus partai di daerah khawatir. Ia melihat nuansa yang tidak baik itu terjadi pula di partai-partai lain. Intimidasi ini dinilainya telah membuat demokrasi tidak berjalan. ”Tiba-tiba semua melawan ketua umumnya. Ada apa ini? Apa kebetulan saja?” tegasnya penuh tanda tanya.

Sumber: www.republika.co.id, 27 April 2009

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.