Pemilu 2009 cenderung membawa dampak  negatif bagi rakyat, penyelenggaraan pemilu tahun ini tidak dapat memberikan perubahan yang signifikan terhadap kesejehteraan rakyat, justru pemilu 2009 ini akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini. Hal tersebut dikatakan Ketua Gerakan Revolusi Nurani Jend. (Purn.) Ki Tyasno Sudarto dalam Dialog Kerakyatan, “Pemilu 2009; Antara Harapan Rakyat dan Kepentingan Elit Politik”, di Aula Student Center (SC), Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut  Tyasno, pemilu 2009 merupakan pendidikan politik yang kurang baik. Dia menyakini hiruk pikuk pemilu akan menodai persatuan dan kesatuan bangsa. Bisa dilihat dari persaingan yang tidak hanya terjadi antar satu partai politik dengan partai politik lainnya. Tapi persaingan juga antar caleg yang ada di parpol yang sama.

Aktivis Malari, Hariman Siregar, juga memiliki pendapat yang sama. Dia mengatakan, pemilu saat ini seolah-olah hanya bertujuan untuk melaksanakan  prosedur demokrasi.  Pemilu hanya dijadikan tujuan demokrasi, padahal pemilu hanya salah satu sarana berdemokrasi.

Dalam kesempatan tersebut keduanya menilai, jika pemilu tidak mendatangkan manfaat bagi rakyat, lebih baik ditiadakan saja. Sebaiknya pemerintah lebih fokus pada perbaikan kesejahteraan rakyat dengan memperbaiki system perekonomian, daripada menghamburkan dana bagi kepentingan politik pemilu yang belum tentu dapat membawa perubahan bagi rakyat.

“Negara seperti Singapura yang cenderung tidak demokratis pun bisa sejahtera. Jadi lebih baik dana pemilu untuk membuka lapangan kerja saja,” tutur Hariman Siregar yang juga disetujui Ki Tyasno.

Selain itu, mereka juga mengatakan pemilu 2009 ini akan  mengarah pada demokrasi liberal. Siapa yang memiliki modal yang besar, bisa berkampanye besar-besaran untuk mendapatkan tujuan. Sehingga, wakil rakyat yang terpilih bukan karena mendapat amanah dari rakyat, tapi, karena banyaknya uang yang dihabiskan untuk membeli suara.

“Lihat saja aturan yang tidak lagi berdasarkan nomor urut yang dipilih tapi berdasarkan suara terbanyak yang didapatkan caleg.” jelas Ki Tyasno. (Rita Z)