Pemuda Indonesia harus mampu mengembalikan karakter bangsa yang mulai terkikis dengan budaya korupsi dan sikap tidak ramah. Pernyataan tersebut mencuat dalam Seminar Nasional bertajuk Reformasi Karakter Pemuda Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Reformasi Global dan Pesta Demokrasi 2009, Kamis (5/2/09) di UIN Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dr. Aziz Syamsuddin mengatakan keprihatinannya atas kondisi bangsa Indonesia saat ini, menurutnya  bangsa kita sudah berada diambang kehancuran, itu semua terjadi karena seluruh elemen bangsa sudah tidak dapat lagi mempertahankan karakter bangsa

“Saya prihatin saat ini masyarakat Indonesia tidak seperti yang dahulu lagi, masih banyak para pemimpin kita yang tidak lagi mementingkan rakyatnya, banyaknya para koruptor dan sikap masyarakat yang mulai tidak ramah serta mulai tergoda untuk meninggalkan budaya yang dimiliki bangsa” ucap Aziz.

Parahnya lagi, lanjut Aziz, kini bangsa Indonesia sudah tidak mandiri. Hal ini terbukti dengan adanya campur tangan pihak asing terhadap urusan pemerintahan Indonesia, baik dalam perekonomian maupun dalam politik. Untuk itu, Aziz mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang dapat membawa perubahan bagi bangsa.

“menjelang pesta demokarasi mendatang, diharapkan masyarakat mencoblos para calon pemimpin yang  dapat membawa perubahan kepada bangsa ini, karena jika tidak seperti itu bangsa Ini tidak akan berubah bahkan bisa jadi lebih gila dari yang sekarang,” katanya.

Aziz juga mengatakan para pemuda terutama dari kalangan mahasiswa yang merupakan bakal calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang diharapkan  mampu mengubah karakter dan citra bangsa yang sudah tercoreng di masyarakat maupun di dunia internasional.

Hal yang sama juga diungkapkan aktivis 1998 Sarbini, ia mengharapkan para pemimpin mendatang diupayakan tidak hanya memahami persoalan yang sedang terjadi di negeri ini, tapi harus mampu mengamalkan dengan take action, karena selama ini masih banyak para pemimpin di negeri ini  telah mengetahui persoalan yang melanda bangsa, namun tidak mampu berbuat sesuatu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Untuk itu, menurut Sarbini pekerjaan yang harus diemban para pemimpin mendatang adalah  harus mampu mengembalikan bangsa ini ke zaman seperti dulu, dimana tidak ada koruptor yang berkeliaran, mampu mengekspor hasil bumi Indonesia dengan lancar dan menjalin kerjasama yang baik dengan dunia internasional.