HMINEWS.COM

 Breaking News

Demokrasi Menyatukan Budaya

February 16
03:31 2009

“Demokrasi merupakan salah satu jalan untuk mencapai sebuah kesepahaman antar budaya bangsa,” ungkap Mariane Farine dosen di Howard University dalam sebuah acara Seminar Internasional dengan tema Building Understanding With Intercultural Communication (Religious Life and Studies in America and Indonesia) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Jum’at(13/02/2009).

Perbedaan budaya yang sering menjadi penghalang hubungan antar bangsa di dunia, menurutnya bukanlah sebuah permasalahan yang harus terjadi,karena kesepahaman budaya yang telah ada sejak dulu tidak pernah diperhatikan lagi oleh kita sendiri.

Dia juga mengungkapkan nilai-nilai yang menonjol dalam keberagaman budaya di dunia  cenderung mengarah kepada aspek perbedaan peradaban bangsa.

Saat ini, ujarnya perbedaan tersebut telah menjadi permasalahan yang kompleks antar budaya yang ada didunia. Keterbatasan dalam hubungan sosial yang  melibatkan hubungan antar bangsa, harus segera diselesaikan dengan mencari   solusi yang tepat untuk menjadi alat   pemersatu  tanpa harus bertentangan dengan kebudayaan yang ada.

“Untuk itu demokrasilah yang menjadi jawaban” katanya. Lebih lanjut Mariane yang merupakan seorang dosen di Howard University, Washington DC, mengatakan terdapat tiga unsur yang harus diperhatikan di dalam penggunakan system demokrasi. Pertama yaitu Human Dignity (martabat manusia), menghargai setiap hak dan martabat manusia tanpa harus memasukkan unsur-unsur yang dapat menimbulkan perbandingan bahkan perbedaan. Kedua, collaboration (kerja sama), dengan lebih menonjolkan sifat kerja sama/kebersamaan antar budaya. Kemudian unsur yang ketiga, empowerment (wewenang), meniadakan kekuasaan yang dapat  mempengaruhi kewenangan dalam sistem demokrasi.

Dari ketiga hal tersebut, menurutnya pencapaian demokrasi yang menjadi alat pemersatu budaya akan dapat terlaksana dengan baik tanpa harus mempermasalahkan budaya dan agama.

Lebih lanjut Mariane mengatakan bahwa yang terpenting dalam hal ini adalah  jangan pernah mendahulukan keegoisan yang kita miliki, karena tidak dapat dipungkiri  pada pelaksanaannya keegoisan kerap menjadi  sebuah perbedaan yang dapat berujung dengan konflik.

“Konflik yang terjadi antar bangsa  disebabkan karena ketiga unsur yang harus diperhatikan dalam demokrasi tidak diterapkan dengan baik,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Taufiqurrahman,  dosen Ilmu Komunikasi (FISIPOL UMJ) yang juga hadir sebagai pembicara. Menurut Taufiq, empati terhadap setiap pendapat yang disampaikan oleh siapapun, dapat menjadi cara untuk menghindari kesalahpahaman.

“Perbedaan pendapat antar bangsa jangan dijadikan alasan untuk berpecah belah.”, kata Taufiq.

“Kita harus menghargai perbedaan itu dengan rasa empati dan saling menghargai,karena secara tidak langsung perbedaan yang ada tidak akan menjadi pembatas hubungan baik antar budaya” ungkap orang nomor satu di Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah tersebut.

Rita Z

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.