Ray Rangkuti Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) mengatakan  calon presiden yang akan maju pada Pemilu 2009 mendatang tidak ada yang ideal  untuk menjadi pemimpin bangsa ini.

Hal tersebut disampaikan Ray (panggilan akrabnya) dalam acara Seminar Nasional bertajuk “Mencari Sosok Pemimpin Ideal 2009” di Gedung FITK UIN Jakarta (6/02/2009).

Menurutnya, para calon presiden dari berbagai partai politik sampai saat ini tidak menawarkan visi apapun untuk membangun bangsa ini, melainkan lebih menonjolkan  visi pribadi atau golongannya.

“Mereka tidak pernah menawarkan visi yang jelas untuk memajukan bangsa ini, menurut saya calon presiden belum ada yang ideal dan cocok,” kata Ray.

Pemimpin yang ideal, menurut Ray adalah  mereka yang  dapat melakukan negosiasi ulang perusahaan-perusahaan asing yang menguasai asset nasional, seperti Freeport, Exxon Mobil dan lainnya.

Alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Jakarta ini juga mengatakan  calon presiden  yang ideal juga harus berani meminta pemotongan hutang luar negeri, bahkan bila perlu tidak membayarnya sama sekali. “Presiden mendatang harus menjaga kemandirian jati diri atau budaya bangsanya,” tegas Ray.

Ray menilai calon presiden yang sudah beredar di masyarakat merupakan orang-orang yang akan menjual bangsa ini. Mereka merupakan generasi yang pola pikirnya pendek dan berasal dari proses manja, bukan karena pertarungan.

“Pemimpin itu harus bisa mewujudkan keadilan, kesejahteraan sosial dan pemerataan,” tegasnya.

Selanjutnya,Ray juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar memilih pemimpin yang dapat memperjuangkan kepentingan rakyat, ” pilihlah pemimpin yang peduli pada rakyat kecil,  jangan sampai salah memilih presiden karena dampaknya kita akan menderita selama lima tahun ke depan,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Daerah Jakarta Nouval Abuzar menawarkan, jika pada Pemilu mendatang tidak ada calon yang ideal, lebih baik memilih yang telah teruji di pemerintahan sekarang. “Kalau tidak ada yang ideal, pilih yang sama juga tidak apa-apa,” katanya.

Nouval sendiri mensyaratkan, pemimpin mendatang harus visioner, memiliki gagasan besar, dan integritas moral. (Rita Z)