Selama operasi militer Israel terhadap negara Palestina masih terus berlangsung, aksi-aksi pengutukan terhadap negara Yahudi akan semakin marak di negara-negara lain tidak kecuali di Indonesia.

Di Yogjakarta, Jumat (02/01) kemarin, aksi-aksi mengecam Israel bermunculan terutama oleh Ormas-ormas Islam yang ada di Yogyakarta.

Ketua Amir Mujahidin Yogjakarta, Thalib mengatakan, ” Serangan berutal zionis Israel sejak Sabtu (27/12) merupakan test case Israel terhadap keseriusan Presiden baru AS Barack Husein Obama, atas janjinya yang telah diucapkan di hadapan publik Internasional.”

Aksi pengutukan negara Yahudi ini banyak di ikuti Ormas-ormas Islam terutama di Yogyakarta. Diantaranya, FSRMY, Laskar Mujahidin, FJI, FUIRM, Hidayatullah, GAM, KOKAM, IPM, PAKSYAH, HASMI, Pemuda Muhamadiyyah, GPK, dll. Tujuan mereka melakukan aksi sama yaitu pengutukan keras seranggan Israel terhadap Palestina.

Aksi yang berlangsung lebih dari satu jam ini berada di perpatan depan kantor Pos Pusat Jl. Malioboro Yogjakarta. Masa aksi Ormas Islam yang ada di Yogjakarta ini juga melakukan pengalangan dana pada penguna jalan dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi untuk membantu sodara kita yang ada di Palestina sesuai dengan kemampuannya.

“Israel dan sekutunya harus di hapuskan dimuka bumi ini karena telah menimbulkan kekacauan dan peperangan di muka bumi ini, jadi mereka harus dimusnahkan dan dilawan.” Ujar ketua FJI (Front Jihat Islam) Yogjakarta. “Adanya PBB tidak dapat berbuat apa-apa karena mereka juga tidak mampu meciptakan kedamaian di dunia ini.” Ujar ketua FJI pada LAPMI.

Aksi Ormas Islam ini di akhiri dengan peryataan sikap Ormas Islam yang ada di Yogjakarta yaitu, mengutuk keberutalan Israel terhadap Palestina, mengajak kaum muslim untuk melakukan solidaritas pada warga Palestina, pemerintah dan umat islam agar melakukan BAIKOT terhadap simbol-simbol ekonomi, politik, kekuasaan Zionis sebagai tindakan kongrit.

Setelah berorasi dan menyatakan sikap mereka di depan masa aksi, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Mereka berjanji akan turun kejalan lagi dan siap untuk berjihad jika memang perlu untuk dilakukan. (M.Ismail)