Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi menuntut PBB untuk segera menghentikan agresi militer yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang telah menewaskan lebih dari 300 jiwa . Dalam aksi tersebut dua orang perwakilan HMI diterima oleh perwakilan PBB untuk Indonesia.

Massa aksi yang dimotori oleh HMI Badan Koordinasi Indonesia Bagian Barat (Badko Inbagbar) ini datang ke Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Rabu (31/12/08) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di Bundaran HI, massa aksi langsung menggelar orasi. Mereka menuntut PBB agar segera menghentikan serangan Israel terhadap Palestina.

Koordinator lapangan aksi, Abdul Gofar, dalam orasinya mengatakan aksi tersebut untuk memprotes keras agresi militer Israel dan mendesak PBB mengeluarkan resolusi terhadap Israel agar menghentikan serangan ke Palestina.

Gofar mengatakan keprihatinannya atas agresi militer yang dilakukan Israel. Menurutnya Israel adalah teroris yang harus segera dibasmi dimuka bumi Ini.

“Israel adalah teroris yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan dalam pembantaian rakyat Palestina”, kata Ghofar yang juga merupakan ketua HMI Cabang Jakarta.

” PBB harus segera membuka mata untuk menyelesaikan permasalahan ini”, tambah Ghofar.

Ghofar juga mengatakan dalam aksi ini HMI mempunyai empat tuntutan penting terkait dengan agresi militer Israel, yaitu mendesak PBB mengeluarkan Resolusi terhadap Israel untuk secepatnya menghentikan serangan ke Palestina, menyerukan kepada negara-negara muslim untuk bersatu menghancurkan Zionis Israel, mendesak pemerintahan Indonesia untuk mengambil peran aktif mendesak dunia Internasional dalam perdamaian timur tengah, serta menyerukan kepada masyarakat muslim Indonesia untuk menggalang dana kemanusiaan untuk membantu rakyat Palestina.

Muhammad Insan Kamil, ketua HMI Cabang Jakarta Selatan mengatakan serangan Israel terhadap Palestina harus segera dihentikan, karena ini merupakan bentuk pelanggaran HAM.

“Kita harus segera menghentikan agresi militer Israel karena sudah terlalu banyak korban yang jatuh”, kata Kamil.

Kamil juga menghimbau kepada pemerintah Indonesia untuk segera menindaklanjuti ucapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah melaknat tindakan Israel. Menurut Kamil pemerintah Indonesia hanya menunjukkan keprihatinan semu, karena sejauh ini belum ada aplikasi yang nyata. ” Palestina tidak hanya butuh pernyataan sikap keprihatinan saja,melainkan mereka butuh konstribusi kita untuk menyelesaikan persoalan ini secara langsung”, kata Kamil.

Setelah melakukan orasi didepan bundaran HI, massa aksi langsung mengadakan Long macth menuju Gedung PBB.

Di gedung PBB massa aksi kembali meneriakkan tuntutan keras kepada PBB untuk segera menghentikan serangan ke Palestina. Setelah beberapa saat menggelar orasi, akhirnya PBB menerima dua orang perwakilan massa aksi,yaitu Abdul Ghofar dan Eva Irma Muzdalifah untuk berdialog langsung dengan perwakilan PBB untuk Indonesia.

Ditemui setelah keluar dari Gedung PBB, Abdul Ghofar dan Eva Irma mengatakan dalam dialog tersebut HMI menghimbau kepada PBB untuk menghentikan penyerangan Israel, jika tidak segera diselesaikan, maka umat muslim di dunia akan memboikot kerjasama dengan pihak Israel.

Sementara itu pihak perwakilan PBB untuk Indonesia juga mengatakan kekecewaannya atas tindakan Israel terhadap Palestina. PBB akan berusaha semaksimal mungkin menghentikan serangan militer ini untuk menegakkan perdamaian dunia. (Rita Zahara)