HMINEWS.COM

 Breaking News

Sejumlah Cabang HMI Menuntut Percepatan Kongres

December 30
03:05 2008

Tidak solidnya PB HMI dan isu islah Palembang, menyebabkan sejumlah cabang HMI mendesak PB HMI untuk melaksanakan Kongres secepatnya.

Kritikan keras sejumlah pengurus cabang kepada PB HMI mewarnai Rapat Pimpinan Cabang (Rapincab) yang dilaksanakan di Jakarta, Sabtu (27/12/2008). Pada umumnya mereka menilai kondisi PB saat ini tengah mengalami stagnasi yang cukup hebat semenjak kemunculan kesepakatan “Islah” Palembang.

Dampak dari Islah menyebabkan PB HMI tidak stabil, karena kondisi ini secara langsung menimbulkan konflik internal antara PB dengan pengurus cabang.

Abdul Ghofar, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta menghimbau kepada PB untuk segera memperbaiki kondisi ini dengan mempercepat pelaksanaan kongres.

Menurutnya kondisi seperti ini tidak dapat dipertahankan lagi, karena akan berdampak buruk pada penghambatan aktivitas cabang-cabang HMI se-Indonesia.

“Kongres adalah solusi terbaik yang harus diambil untuk memperbaiki PB kedepan, karena saat ini rasa sosialisasi dan solidariatas antara PB dan pengurus cabang mulai pudar”, kata ghofar.

Ghofar menilai kondisi ini berawal dari insiden Palembang yang sudah terlanjur menjadi isu politik yang tidak kunjung usai. Dia juga sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena cabang Jakarta harus rela kehilangan satu Koorkom besar, yaitu Koorkom APP yang mengundurkan diri karena tidak dapat menerima kejadian tersebut.

“PB harus segera menyelesaikan konflik ini, kami menghimbau PB HMI untuk melaksanakan kongres secapatnya dan cabang Jakarta siap menjadi tuan rumah,” tegas Ghofar.

Usulan percepatan kongres juga disampaikan oleh M. Yusuf, Ketua Umum HMI Cabang Semarang. Yusuf mengatakan PB HMI harus secapatnya melaksanakan kongres, karena kondisi PB HMI sangat rapuh dan belum bisa menjalankan amanah dengan baik, sehingga banyak tuntutan cabang yang tidak dapat dipenuhi.

” PB harus mengetahui kami masih butuh bimbingan dan arahan dalam menjalankan aktivitas dicabang”, kata Yusuf.

Tidak jauh berbeda dengan cabang Jakarta dan cabang Semarang, Ketua Umum HMI Cabang Purwokerto Arif Budiman juga menilai kondisi PB saat ini sangat lemah dan mengalami degradasi yang cukup hebat. Menurut Arif situasi seperti ini tidak dapat dibiarkan lagi, karena dampaknya menyebabkan terjadinya tumpang tindih wewenang diantara sesama pengurus PB. Untuk itu, Arif mendesak kepada seluruh pengurus PB melakukan reformasi untuk segera melahirkan pemikiran baru.

“PB harus segera melakukan reformasi gerakan dengan melahirkan solusi-solusi cantik untuk kelangsungan HMI kedepan”, kata Arif dengan penuh semangat.

Selain itu, Arif juga masih meminta klarifikasi PB HMI tentang isu “islah” yang sempat ramai dibicarakan, karena isu islah ini telah menimbulkan kebingungan kader-kader di komisariat yang tidak paham dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Sahrul Efendi Dasopang menyambut positif Kritikan dari seluruh cabang tentang lemahnya kondisi PB saat ini. Dia bertekad akan memperbaiki kondisi PB kedepan dalam forum Pleno III PB HMI yang dilaksanakan pada tanggal 27/12/2008.

Sahrul berharap semoga hasil pleno III dapat melahirkan pemikiran baru terkait dengan sikap HMI dalam menghadapi Pemilu 2009.

Terkait tentang kasus islah, Sahrul mengatakan islah hanyalah salah satu upaya untuk menghilangkan konflik psikologis antara dua kubu HMI yang berbeda ideology. “Sudah saatnya kita mengakhiri semua konflik diantara umat Islam”, terang Sahrul. (Rita Zahara)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.