HMINEWS.COM

 Breaking News

Pemuda Indonesia Kehilangan Ruh Perjuangan

December 10
22:24 2008

Pemuda Indonesia dinilai kehilangan ruh perjuangan karena sistem kepemudaan yang belum fokus dan banyak terpengaruh oleh birokrasi politik. Kondisi tersebut membuat idealisme para pemuda tergadai secara tidak langsung dan merubah pergerakan.

Kritikan tersebut mengemuka saat refleksi gerakan pemuda Indonesia, yang diselenggarakan organisasi kepemudaan,LS-ADI, KM-AI, PMII, karang taruna 7 bintang dan berbagai elemen pemuda lainnya pada hari Rabu (3/42008) di Aula utama Kopertais, Jakarta.

Ahmad Rizal AFF, aktivis Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Jakarta dan Komite Mahasiswa Anti Imperialisme (KM-AI) menjabarkan secara singkat namun detail tragedi-tragedi sejarah sejak masa perjuangan hingga masa pasca reformasi untuk menggugah kembali semangat pergerakan para pemuda dan kembali pada arah tujuan pergerakan.

Dalam forum refleksi tersebut, beberapa kritikan pedas sempat muncul dari beberapa pihak, diantaranya Azhari, aktivis PMII. Ia menyatakan, jika ormas-ormas atau lembaga dari gerakan masyarakat bersatu, maka akan ada beberapa pihak yang terganggu dan tidak suka serta pada akhirnya menggulirkan isu untuk menghantam mereka.

“misalnya saja isu politisasi, isu soal permainan dan lain sebagainya hingga akhirnya tidak ada gerakan yang cukup fundamental dan tidak bersatu.” sebut pengurus LBH NU ini menanggapi mandulnya gerakan pemuda saat ini.

Refleksi yang dilangsungkan menjelang Hari Raya Idul Adha ini diharapkan mampu menggugah semangat pergerakan dari para peserta refleksi dan para pemuda diseluruh Indonesia.
Sementara itu, Rahmansyah, salah seorang perserta dari Karang Taruna 7 Bintang merasa kurang puas dengan hasil diskusi refleksi tersebut. Ia menyatakan, diskusi yang dilakukan tersebut hanya kulitnya saja.

“Yang terpenting adalah aktivitas pergerakannya, selama ini pergerakan-pergerakan pemuda banyak sekali yang dijadikan alat oleh kepentingan-kepentingan politik yang tidak jelas, sementara mereka tidak sadar itu.” tandasnya.

Lebih lanjut Rahman mengatakan, pemuda harus berdaya agar mampu melaksanakan amanat sebagai generasi penerus bangsa. “yang terpenting saat ini adalah kreatifitas, para pemuda harus memupuk kreatifitas mereka untuk berkarya.” tegas Rahman mengakhiri pembicaraan. (Rita Zahara)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.