Suasana penghitungan suara Pemilu Raya Mahasiswa (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Rabu (10/12/08) berakhir RICUH. Satu orang mahasiswa babak belur.

Berdasarkan informasi, penghitungan suara hasil pemira kampus mulai dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB di TPS 2, Fakultas Tarbiyah dan ilmu keguruan. Sekitar pukul 04.00 WIB masa pendukung Partai Reformasi Mahasiswa (Parma) yang berasal dari kalangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Partai Persatuan Mahasiswa (PPM) dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) beradu yel-yel untuk memberikan dukungan pada partai masing-masing. “Ketika sedang adu yel-yel, tiba-tiba ada salah satu oknum mahasiswa mencoba melempar sesuatu ke arah pendukung Parma. Seketika itu salah satu pendukung Parma berinisial FZ tidak dapat meredam emosinya dan langsung memukul seorang mahasiswa bernama Bimbim dari PPM,” kata Robby, saksi mata yang juga mahasiswa dari Fakultas Syariah. Robby mengatakan Bimbim mengalami luka memar pada bagian wajah dan langsung diamankan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN untuk mendapat perawatan dan menghindari kerusuhan lebih lanjut. Sedangkan mahasiswa lainnya berhamburan keluar dari TPS tersebut untuk melerai perkelahian. “Sebenarnya situasi penghitungan suara sudah memanas dari semalam, tetapi puncaknya terjadi ketika salah satu partai tidak siap menerima kekalahan,” kata Robby.

“Ini tidak akan terjadi kalau semua pihak legowo dan siap menerima apapun hasil perhitungan suara nantinya”, lanjut Robby. Ketua Komisi Pemilihan Umum UIN Fauzul menjelaskan sesaat setelah insiden tersebut terjadi, KPU berusaha mempertemukan kedua kubu yang bersiteru tersebut untuk meredam permasalahan yang sudah terlanjur terjadi. “Dalam hal ini, KPU hanya memediasi konflik ini, karena tersangka Fz sebenarnya bukan lagi berstatus mahasiswa UIN, dia hanyalah salah satu partisipan partai” ungkapnya.

Pihak KPU juga mengatakan kekecewaanya atas kejadian tersebut,mereka berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi pada Pemira tahun depan. Dia juga turut mengajak semua pihak berusaha untukmenciptakan suasana yang kondusif di kampus UIN tercinta. (Rita Zahara)