Kongres HMI (MPO) rencananya akan dipercepat. Pleno III PB HMI memutuskan 21 Mei 2009 sebagai tanggal pelaksanaan kongres HMI ke XXVII. Cabang Jogjakarta telah menyatakan siap dan secara resmi diputuskan menjadi tuan rumah kongres.

Keputusan pelaksanaan kongres dipercepat ini dihasilkan melalui perdebatan panjang di forum Pleno III, (27-28/12) yang dihadiri 21 orang Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Berbagai argumentasi dan pertimbangan muncul menyangkut keputusan ini.

Sebelumnya di forum Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) usulan pelaksanaan kongres dipercepat juga muncul. Beberapa cabang bahkan telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah seperti cabang Jakarta, Jogjakarta, Sleman dan Tulang Bawang.

Panjangnya perdebatan di Pleno III muncul mengingat tidak mudah untuk mengambil keputusan menyangkut pelaksanaan kongres dipercepat. Dua pendapat sempat berkembang menyikapi persoalan ini. Pertama, mereka yang menyatakan kepengurusan harus berjalan secara normal sampai September 2009 dan tidak perlu ada kongres yang dipercepat. Argumentasinya adalah kongres dipercepat tidak strategis bagi organisasi. Yang lebih baik bagi PB HMI adalah optimalisasi kepemimpinan serta peran komisi dan lembaga yang ada. Selain itu untuk demi berjalannya roda organisasi penting mencari pengganti Itho Murtadha sebagai Sekjend PB HMI.

Sementara muncul juga pendapat, pelaksanaan kongres dipercepat diperlukan sebagai langkah kebaikan untuk HMI karena lemahnya kepemimpinan di PB HMI yang mengakibatkan roda organisasi tidak berjalan dengan baik. Kedua persoalan ini membuat kondisi HMI sekarang menjadi lemah baik secara internal maupun eksternal. Akibat lemahnya kepemimpinan di PB HMI ini juga berimbas pada perkaderan HMI di cabang-cabang.

Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya forum Pleno III mengambil keputusan untuk mempercepat pelaksanaan kongres. Keputusan ini dilakukan demi kebaikan organisasi melihat kondisi yang ada di HMI secara keseluruhan. Melalui berbagai pertimbangan, kongres diputuskan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2009. Tanggal ini secara simbolik juga bertepatan dengan hari kejatuhan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998. Pleno III juga memutuskan cabang Jogjakarta sebagai tuan rumah pelaksanaan kongres. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kesiapan cabang yang menyatakan diri untuk menjadi tuan rumah. (Trisno Suhito)