Golongan penduduk usia 17-21 tahun yang menyandang sebutan sebagai pemilih pemula sangat antusias untuk mengikuti pemilu 2009 mendatang.

Hal ini berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan litbang kompas pada 25-27 November. Dari sejumlah pemilih pemula terungkap bahwa mayoritas (86,4 persen) menyatakan akan menggunakan hak suara mereka dalam pemilu.

Alasan dibalik niat mencoblos para pemilih pemula adalah pemikiran bahwa apapun hasil pemilu akan berdampak juga bagi kehidupan mereka, baik langsung atau tidak langsung, sehingga lebih baik ikut memberikan hak suara.

Namun sayangnya, antusiasme itu tidak dibarengi dengan pengetahuan mereka terhadap pemilu. Hal ini terlihat dari pengenalan para pemilih pemula yang masih rendah terhadap partai politik.

Lebih banyak responden pemilih pemula yang mengaku hanya tahu nama-nama partai besar yang sudah ada sejak dulu. kondisi ini juga sama pada kelompok pemilih muda lainnya, bahkan juga pada pemilih yang tua. Tidak heran hanya sekitar 1,5 persen dari total responden yang mengaku mengetahui hampir semua parpol.

Hal ini mengindikasikan masih lemahnya sosialisasi partai-partai baru dimasyarakat. Selain tidak mengetahui keberadaan partai baru, sebagian besar responden juga tidak mengetahui nama-nama caleg yang diusung parpol. Padahal mereka (caleg) inilah yang nantinya akan dipilih.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika pemilu legislative dilaksanakan saat ini. Sebagian besar (33,9 persen) pemilih pemula belum menentukan pilihan mereka. Sementara itu, sejumlah 49 persen responden pemilih pemula yang sudah punya pilihan diperebutkan oleh partai-partai mapan seperti partai democrat, PDIP, PKS, dan partai Golkar.

Partai-partai baru saat ini belum sampai pada tingkat menarik minat pemilih pemula. Artinya, preferensi pemilih pemula terhadap partai baru berada dalam tingkatan penerimaan (akseptabilitas) namun belum konkret menjadi sebuah pilihan politik (elektabilitas). (Kompas)