Pendidikan di Indonesia akan  berjalan lancar apabila seluruh elemen pendidikan  menjalankan semua amanah yang tertuang dalam UU  No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yaitu membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan.

“Membudayakan pendidikan di Indonesia harus mengarah pada tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Sisdiknas, yaitu membentuk manusia Indonesia untuk terus berusaha meningkatkan Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” Kata Suroso AY, pakar pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.

Menurut Suroso, saat ini pendidikan Indonesia telah terjadi pergeseran nilai, terutama nilai agama. Jadi, untuk untuk membangkitkan pendidikan Indonesia dibutuhkan proses pendidikan yang bernuansa nilai dengan menanamkan budi pekerti dalam setiap mata pelajaran.

“Budi pekerti itu merupakan nilai-nilai luhur budaya kita sendiri yang sudah diajarkann jauh-jauh hari oleh bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara dan para pendiri bangsa ini,” kata Suroso Kamis (6/11),  saat mengisi acara ” The International Seminar On Values In Mathematics An Science Education” di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Lebih lanjut Suroso mengatakan, diabaikannya  nilai luhur bangsa seperti budi pekerti menjadikan sistem pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan anak didik  menjadi anak yang menjunjung tinggi nilai agama, serta mampu menghargai atau menghormati orang lain.

“Sekarang ini anak didik cenderung  lari dari ajaran agama, anak sering mendapat contoh atau teladan buruk tidak saja dari lingkungannya, tetapi juga dari tenaga pengajar sendiri. Bagaimana guru bisa melarang murid tidak merokok kalau dia sendiri secara sembunyi-sembunyi keluar dari ruang kelas untuk merokok?” ujarnya.

“Pendidikan tidak hanya transfer of knowledge, tapi juga sebagai media untuk mengembangkan  kemampuan peserta didik untuk menjadi pribadi yang bermoral. Karena itu pengembangan pendidikan tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek pengembangan pengetahuan saja, tetapi juga moral,” tambahnya lagi.

Selain itu, Suroso juga mengatakan pendidikan juga harus dapat  menyatukan bangsa dan menanamkan nilai-nilai keindonesiaan dalam diri setiap anak didik.

Untuk itu, Suroso mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, terutama orang tua dan guru  untuk terus menjalankan segala amanat yang tertuang dalam UU Sisdiknas dengan baik dan benar. (Rita Zahara)