Lebih banyak peraturan dan pengetatan pengawasan. Sabtu (15/11) di Washington negara-negara yang tergabung dalam G-20 sepakati peraturan baru bagi pasar keuangan global. Reformasi itu diharapkan rampung Maret 2009.

Di tengah-tengah krisis ekonomi yang paling buruk dalam sejarah, dalam sebuah aksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya,  negara industri terkemuka dan negara ambang industri mengambil langkah untuk menutupi semua lubang-lubang pengawasan pada pasar keuangan global. Langkah-langkah nyata dari reformasi yang meluas diharapkan sudah dirumuskan akhir Maret mendatang. Para pemimpin negara dan pemerintah G-20 menyetujui deklarasi akhir pertemuan puncak atau KTT Keuangan Dunia.

Ke depan, “semua pelaku pasar keuangan, semua produk dan semua pasar keuangan akan diawasi dan diatur”, kata Kanselir Jerman Angela Merkel hari Sabtu di Washington. Sejumlah negara menuntut dilaksanakannya program konjungtur global untuk mengatasi memburuknya situasi ekonomi. Selanjutnya dikatakan bahwa KTT berikutnya kemungkinan akan digelar di London. Presiden terpilih Barack Obama yang kali ini tidak hadir diharapkan akan mengikuti KTT lanjutan tahun depan. 50 langkah nyata diharapkan sudah rampung bila KTT di London dimulai.

Peningkatan pengawasan terhadap pasar keuangan dan pelakunya

Para peserta KTT G-20 memang telah menyepakati pronsip dasar untuk perbaikan regulisasi pasar keuangan. Namun, justru negara-negara seperti misalnya Amerika Serikat yang berulang kali menekankan arti dari pasar bebas. Presiden AS George W. Bush mengatakan, pasar bebas adalah jalan terbaik menuju kemakmuran di seluruh dunia. Sementara negara-negara ambang industri seperti Brasil, menuntut peningkatan jumlah suara. Peserta KTT tersebut mewakili sekitar 85 persen perekonomian dunia.

Mengacu pada tuntutan beberapa negara untuk melaksanakan program konjungtur internasional, Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero mengatakan: ” Kita harus mengatasi keadaan ini. Tapi kita perlu aksi bersama.” Dari kubu Amerika terdengar bahwa Bush ingin agar penggantinya Obama yang mengambil keputusan. Menurut informasi kantor berita Jerman, dalam deklarasi akhir KTT G-20 tercantum bahwa “semua pasar keuangan, produk finansial dan pelaku pasar finasial diwajibkan menaati peraturan dan pengawasan terkait.” Prinsip pengawasan yang ketat dikatakan juga berlaku bagi negara-negara.

Peraturan yang lebih ketat bagi Hedge Funds dan Rating Agency

Menurut informasi selanjutnya, yang termasuk dalam langkah-langkah nyata yang direncanakan adalah panduan pembuatan neraca bagi produk-produk finansial yang amat rumit dan yang merupakan salah satu pemicu krisis perkreditan. Juga peraturan ketat bagi rating agency termasuk dalam daftar tema. Selain itu juga tercantum peraturan likuiditas yang lebih ketat bagi bank-bank yang menawarkan produk berisiko. Juga Hedge Funds dengan bisnis finansialnya yang sangat spekulatif harus diatur kembali. Di sela-sela KTT G-20, para penasehat Obama bertemu dengan wakil dari sejumlah negara, termasuk Jerman. (Sumber: Deutsche Welle)