Santai dan penuh tawa. Itulah kesan acara halal bihalal dan HUT KAHMI ke 42 di Istana Bogor bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Acara tahunan yang mengundang korps jamaah alumni HMI dari berbagai periode dan kader-kader HMI ini dihelat oleh KAHMI kubu Presidium.

Dibandingkan dengan acara yang sama, halal bihalal dan HUT KAHMI ke 42 oleh kubu Presidensial pimpinan Fuad Bawazier, yang digelar Jum’at (17/10) di gedung Lemhanas, bisa dikatakan acara di Istana Bogor ini lebih banyak yang datang.

Sebuah panggung disiapkan khusus di dalam area lapangan Istana Bogor, untuk gelaran acara ini dengan Wapres Jusuf Kalla sebagai tuan rumahnya. Wapres tampak didampingi beberapa pejabat di negeri ini yang juga alumni HMI seperti Menteri Sosial Bachtiar Chamsah dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Hadir juga mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf mewakili gubernur Jawa Barat yang tidak hadir.

Selalu optimis dan banyak joke, menjadi menu sambutan Jusuf Kalla dalam acara ini. Meski mengaku tidak ingin berbicara politik, namun mantan ketua HMI cabang Makasar ini tetap saja menyentuh dan menyerempet isu politik sebagai bumbu yang membuat tertawa.

“Kita tidak ingin bicara politik di sini. Makna pertemuan hari ini adalah kita berkumpul untuk bertemu kawan. Sebab dua kebahagiaan paling hakiki manusia adalah bertemu keluarga dan kawan. Acara ini penting untuk bertemu kawan,” katanya di awal sambutan.

JK juga memberi analog soal cara membangun silaturahmi dengan menyinggung dan mengaitkan hubungan antara partai politik di Indonesia dari segi usia.          “Kalau bicara adat istiadat Indonesia, yang muda tentu harus menghormati yang tua. Golkar sudah 44 tahun. KAHMI 42 tahun. PPP itu lebih muda.  PKS baru kemarin, apalagi Partai Bulan Bintang,” ujarnya disambut tawa peserta halal bihalal.

Selain untuk bertemu dan mengingat masa lalu, JK mengibaratkan pertemuan tersebut dapat digunakan untuk membangun networking, dan bukan justru sebaliknya membuat pertengkaran antar anggota KAHMI. “Disini ada yang sedang maju menjadi calon legeslatif. Kalau mendapat masalah dari KPU, khan bisa ketemu dengan anggota KPU yang hadir disini, minta kartu nama dan ijazah minta diperbaiki saja,” tutur ketua umum Partai Golkar ini yang kembali disambut tawa.

JK mengatakan, banyak hal diperoleh dari jalinan silaturahmi yang digelar sehingga bisa memberi manfaat terhadap alumni dan kader HMI. “Di sini ada pejabat, ada Dirjen, nanti bisa saling SMS. Kalau Wapres gampang lha, ada SMS dijawab atau tidak itu terserah saya,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menyinggung kondisi bangsa, JK mengatakan agar optimisme terus dibangun oleh seluruh komponen bangsa ini meski ada masalah yang dihadapi. “Tujuan kita adalah menjadikan yang sulit itu menjadi tantangan. Jangan jadikan ratapan. Saya yakin persoalan bangsa ini bisa diatasi,” ujarnya penuh optimisme.

Terkait pemilu 2009 yang sebentar lagi akan digelar JK meminta agar masyarakat tidak salah pilih dalam menentukan pilihannya di momentum politik tersebut. “Tapi saya mau bilang sesuai hati nurani nanti saya dikira berkampanye untuk lawan,” katanya yang kembali disambut tawa hadirin. Bagi JK, kritik yang disampaikan dari berbagai pihak terkait kondisi bangsa adalah bagian dari saling berpendapat, mengoreksi dan mempertukarkan ide. “Kritik itu bukan dosa yang penting kita menjaga persatuan bangsa,” ujarnya. (Trisno Suhito)