Wacana kepemimpinan kaum muda yang saat ini banyak digulirkan oleh sebahagian kalangan, tidak hanya terjadi di tingkatan pusat. Di daerah-daerah, kalangan muda juga mendominasi pencalegan disetiap partai-partai politik.

Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,dari 626 caleg yang terdaftar di DCS (Daftar Caleg Sementara) KPUD kabupaten Lumajang, 75 persen adalah kaum muda. Hal ini menandakan transformasi wacana kepemimpinan kaum muda di daerah begitu kencang. Mereka mempunyai beberapa alasan untuk maju sebagai caleg pada pemilu mendatang.

Irfan Nurdiansyah misalnya. Pria berusia 23 tahun ini ikut mencalonkan diri sebagai salah satu caleg dari partai Gerindra meskipun umurnya sangat muda. Irfan mengaku tertarik untuk berpolitik berawal dari keinginannya menjadi wakil dari masyarakat sekitarnya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pedagang. Hal itu pula yang menjadi alasan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha kayu ini memilih Gerindra sebagai kendaraan politiknya.

“Saya terkesan dengan figur Prabowo yang mengangkat masalah-masalah rakyat kecil terutama petani dan pedagang sebagai prioritas ” ujar Irfan yang juga merupakan salah satu anggota Asosiasi pedagang pasar pimpinan Prabowo.

Berbeda dengan Irfan, Yuni Puspita Anggraini (21) caleg dari Partai Karya Perjuangan (PKP) mengatakan bahwa dirinya diminta oleh pengurus PKP untuk menjadi caleg. Yuni dipilih PKP lantaran PKP belum memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calegnya.

Meski masih muda,Yuni bersemangat dan yakin bahwa dirinya bisa melakukan yang terbaik untuk rakyat Lumajang. “Saya tidak mau bicara banyak, kalau sudah terpilih insyaAllah saya akan melakukan yang terbaik” tambah Yuni ditemui disela-sela kesibukannya merias pengantin.

Hal serupa juga dirasakan oleh Fidyah (28) yang merupakan anggota DPRD termuda se-Jawa Timur periode 2004-2009. Wanita lulusan IAIN Sunan Kalijaga Yogjakarta ini mengawali karir politiknya karena ketidaksengajaan. “Dulu saya diminta oleh pengurus Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) untuk menjadi caleg karena PKPB belum memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan” kenang Fidyah.

Ditanya mengenai banyaknya anak-anak muda yang maju pada pemilu 2009, Fidyah menanggapinya positif . “Memang pada periode kali ini semangat kaum muda Lumajang lebih tampak dibandingkan sebelumya” ujar perempuan yang mendapatkan nomor urut 1 untuk pemilu 2009 dengan partai yang sama. Dia menambahkan hal tersebut setidaknya memberikan banyak pilihan kepada masyarakat untuk memilih wakilnya yang pantas duduk sebagai anggota dewan baik tua atau muda, karena usia tidaklah menjadi tolok ukur pantas tidaknya mereka menjadi wakil rakyat. (Daimah)