Penolakan cabang-cabang terhadap kasus islah belum berakhir juga. HMI cabang Palu secara resmi sudah mengajukan surat kepada MSO PB HMI untuk menuntut segera diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB). Sementara HMI cabang Makasar menuntut segera digelar percepatan kongres.

Ketua Umum HMI Cabang Palu Ahlis M Lasila, menyatakan, KLB adalah langkah yang paling tepat untuk menyelesaikan segala kemelut yang melanda HMI sekarang ini. “KLB adalah jalur yang kami pilih secara konstitusional untuk menyelamatkan HMI. Karena kami melihat dengan jelas saat ini kondisi PB HMI mengalami stagnasi”, ujar Akhlis.

Ahlis mengatakan, langkah KLB yang dipilih cabang Palu adalah upaya untuk memperbaiki kondisi HMI secara nasional. Baginya, PB HMI harus lebih tanggap terhadap respon dari berbagai cabang yang menolak keras kesepakatan islah, terutama cabang-cabang yang berada di wilayah utara dan timur.

Namun, Ahlis membantah dengan tegas pernyataan sejumlah pihak  yang menyatakan KLB yang diinginkan cabang Palu serta sejumlah cabang di wilayah utara dan timur adalah cara untuk menjatuhkan Sahrul E Dasopang selaku ketua umum PB HMI.

“KLB yang dipilih cabang Palu bukanlah upaya untuk menjatuhkan Sahrul. KLB adalah jalan terbaik yang dapat dilakukan PB HMI untuk menyelamatkan Sahrul dan kelangsungan HMI kedepan”, tegasnya.

Ahlis juga mengajak semua pihak untuk dapat menghargai perbedaan pendapat dalam menyelesaikan persoalan islah. “Kami tidak pernah menyalahkan adanya perbedaan pendapat dari cabang-cabang yang menganggap KLB itu tidak elegan dalam menyelesaikan persoalan ini”, jelasnya.

“Perbedaan itu tidak masalah asalkan kita saling menghargai. Kita harus memberikan kesempatan kepada MSO untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan persoalan ini”, tambahnya lagi.

Sementara disinggung tentang kesiapan cabang Palu untuk menjadi tuan rumah KLB, Akhlis mengatakan ” Kami  siap menjadi tuan rumah KLB, tetapi semua keputusan kami serahkan kepada MSO”, ujarnya.

Sementara itu, HMI Cabang Makasar juga telah mengajukan surat resmi kepada PB HMI untuk segera mengadakan percepatan kongres. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Makasar Bahtiar Ali Rambangeng  kepada HMINEWS, Kamis (21/8).

Menurut Bahtiar, persepatan kongres itu harus segera dilakukan guna meminta pertanggungjawaban ketua umum PB HMI (MPO) Sahrul Efendi Dasopang atas kehadirannya pada Kongres HMI (DIPO) di Palembang, (28/7) lalu.

“Bang Sahrul harus segera mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menghadiri Kongres HMI (DIPO) dan penandatanganan kesepakatan islah yang telah dilakukannya tanpa sepengetahuan pengurus cabang”, ujar Bahtiar.

Bahtiar juga sangat menyesalkan sikap PB HMI yang tidak segera mengambil tindakan   untuk menyelesaikan semua persoalan ini. Dia juga menegaskan, apabila PB HMI tidak segera menanggapi hal tersebut, ini sangat membahayakan kelangsungan HMI kedepan, Sebab, secara sosiologis saat ini kondisi cabang-cabang sudah mulai rapuh, sehingga perlu diadakan konsolidasi kembali.

Bahtiar juga mengatakan, penjelasan yang dibutuhkan seluruh cabang bukan hanya sebatas press conference yang dilakukan. “Press confrence bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan ini, karena informasi yang diterima oleh cabang-cabang masih simpang siur dan belum jelas”, tegasnya.

“Setidaknya PB HMI harus mengadakan suatu pertemuan yang menghadirkan cabang-cabang se-Indonesia untuk menjelaskan hal tersebut secara keseluruhan, agar tidak terjadi kesalahpahaman “, tambahnya lagi.

HMI cabang Makasar sendiri, kata  Bahtiar, tidak menuntut diadakannya KLB. Baginya, KLB  sangat berbahaya dan perlu persiapan yang matang. “Akan tetapi, apabila PB HMI masih dingin dalam menyelesaikan persoalan ini, mungkin KLB adalah langkah yang harus diambil,” ujarnya.

Selain itu, Bahtiar juga mengatakan HMI Cabang Makasar dan seluruh alumni yang tergabung dalam “Komunikasi Hijau Hitam” menolak keras islah. Menurutnya, islah yang dilakukan di Palembang itu tidak sah,  karena telah dimainkan secara politik oleh oknum-oknum tertentu. (Redaksi)