Penjaga Makam Pahlawan Bertahan Dengan Gaji Tak Masuk Akal

HMINEWS.Com – Penjaga Taman Makam Pahlawan Kabupaten Karawang bekerja dalam dilema.  Bekerja mengurusi makam demikian luas namun dengan penghasilan yang tidak masuk akal, jauh dari mencukupi.

Seperti dituturkan salah seorang penjaga makam, Endang (45), ia hanya menerima Rp490.000 per tiga bulan. Akibatnya, ia bersama dua orang rekannya sesama penjaga makam tidak bisa maksimal melaksanakan pekerjaan tersebut, dan berdampak pada pemeliharaan makam.

Jalan masuk dari gerbang ke tempat pemakaman terlihat sangat tidak sedap dipandang. Pintu gerbang rusak parah, pos Satpam penuh dengan coretan liar, juga rumput liar yang menjalar ke jalan membuat tampak sangat tidak terurus dengan baik. Bahkan banyak serpihan botol bekas minuman keras berserakan di jalan itu.

Selasa 31 Juli 2012 tepat pukul 14.15 WIB team kru HMINEWS mendapati seorang pencari rumput untuk ternak-ternaknya di rumah, sedang mengumpulkan rumput dari Taman Makam Pahlawan Kabupaten Karawang.

“Biasanya sering ada yang berkunjung ke sini. Pemerintah juga sering ada aja yang ke sisni,” kata Dasa, pencari rumput liar itu. Ia mengaku tidak tahu urusan kebersihan makam, karena bukan penjaga makam tersebut.

Kondisi makam, semua pintunya terkunci dari dalam dengan tali yang dikaitkan kayu. Hanya halaman upacara dan tempat pemakaman yang terlihat bersih, karena penjaga hanya merawat di bagian sana saja.

Penjaga makam, Endang, mengaku jengah bekerja di tempat tersebut, ia mengaku kurang diperhatikan. “Terus terang saya agak bosan bekerja di sini, saya ingin kerja yang lain saja. Karena gajinya tidak mencukupi kebutuhan kami sekeluarga,” kata Endang.

Jika ada tawaran pekerjaan lain yang lebih menarik, lelaki tersebut menyatakan akan menerimanya. Sebab gaji bekerja sebagai penjaga makam hanya Rp490.000 per tiga bulan.

“Di hari raya juga tidak ada tunjangannya,” akunya.

Namun keinginan pindah profesi selalu ditunda. Pasalnya, kata dia, orang-orang KODIM tidak mengizinkan. Sebetulnya Taman Makam Pahlawan itu terdapat tiga penjaga, namun semuanya sama mengeluhkan gaji yang mereka dapat pertiga bulan. Mereka berharap pemerintah menaikkan gaji mereka. Agar mereka semangat dalam menjalani tugasnya, dan dapat penghidupan yang lebih layak.

Asep Riyadi

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*