Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla, menyatakan dirinya mencalonkan diri sebagai ketua umum Pengurus Besar NU pada Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, Januari tahun depan.
Mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal itu mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar Redaksi Harian Duta Masyarakat, di Jakarta, Rabu (19/8).
Ulil mengaku pencalonan dirinya sebagai ketua umum PBNU mewakili kalangan muda NU. “Ya, ini kepemimpinan muda NU,” ujarnya. Ia juga mengaku siap bersaing dengan calon lainnya dan menyatakan serius atas keputusannya ini. ”Iya, saya serius maju sebagai calon ketua umum PBNU.” (Chz/NU Online)













NU harus berubah dung…jangan cuma nyontek pemikiran az dari luar negeri, mana? tidak ada launching pemikiran keislaman yang baru untuk saat ini…yang banyak diperdebatkan paling masalah pluralisme agama, liberalisasi agama…itu mah dari jaman jadul juga dah ada kalee…cuma mengangkat hal2 keagamaan dari kaum minoritas menjadi membumi dengan keadaan politik dalam negeri yang berkaitan dengan konteksnya saja. kenapa PBNU tidak banyak berkecimpung dalam urusan sains dan agama misalnya, padahal banyak sekali masyakilud din hari ini seolah-olah bertentangan dengan agama dan akidah…harus ada mujaddid2 baru yang bisa membuan jauh2 mitos itu. saya rasa dengan hadirnya Mas Ulil semoga dapat memperbaiki PBNU ke depan. semoga yang dicita-citakan Ahmad Wahib itu terbukti…
ini adalah awal baru bagi organisasi keislaman di indonesia ( apalagi sekelas NU). kalangan muda NU seperti Ulil, menurut saya belum bisa mewakili masyarakat NU secara Nasional. pemikranya hanya dapat di terima oleh kalangan Muda NU, sementara kalangan tua – yang di wakili oleh para Ulama- belum dapat menerima pemikiran pemikiran seperti itu (Islam Liberal). saya lebih mencalonkan KH. Mustofa Bisri (gus Mus) sebagai Ketua Umum PBNU, pemikiranya lebih dapat di terima oleh segala kalangan (tua-muda). ini dapat membuat nuansa baru bagi NU, karena Gus Mus lebih plural di bandingkan dengan Ulil dan pemikiran – pemikiranya dapat menyatukan blok – blok yang sementara ada di tingkatan elit NU. ayo maju Gus Mus…!
apa jadinya jika seorang yang pernah menjadi kor. jaringan islam liberal memimpin sebuah organisasi agamis yang begitu besar. meman pemimpin mudah lagi tren ya kayak obama lah tapi harus yang relijius bung jangan liberalllllll
Assalamualaikum…
Saya harap NU jangan salah pilih, penting di lihat reputasi dan latar belakang dari masing-masing kandidat. Tentunya ilmu keIslaman penting dan masih sesuai dengan Al-qur’an dan Hadits.
Semoga Beliau (Ulil A A) tidak terpilih… Aamiin. Itu Saja… Rahmat dan Karunia Allah SWT menyertai kalian…
Terima Kasih…
Mantaaap…, saya dukung bung ulil sang pemikir islam …, majulah pemuda..
gus dur”githu aza kho repot”.
mungkin kata-kata itu pas menurut saya, ketika kita bicara senang dan tidak senang dengan karya orang lain..itu masalah biasa, yang jadi permasalahan kan bukan lib atau tidaknya, menurut saya mah, siapapun yang terpilih nantinya bisa menjadikan NU kedepan lebih baik lagi..
bukan masalah ulil atau Abah musthofa bisri…
NU kedepan harus lebih cerdas untuk membrangus kapitalisme di negeri ini jadi menurut saya lagii…..Abah musthofa ok…!! ulil jg ga masalah….
kutipan
karya gus mus
kau ini bagaimana atawa aku harus bagaimana
“kau ini bagaimana
kau bilang aku merdeka kau memilihkan untuk ku segalanya
kau suruh aku berfikir
aku berfikir kau tuduh aku kafir
kau ini bagaimana”.
Saya mendukung pencalonan Kang Ulil…, terserah siapa yang menang…Pencalonan ini pasti akan membuat orang menengok kembali pemikiran2 kang Ulil..
Nauzubila minzalik…
Ulil abshar jadi ketua PB-NU!!! Bisa jadi sarang JIL itu NU!
Ulil itu lebih edan daripada saya…
tontonlah debat Ulil Abshar-Muqshit VS Hartono Ahmad Jaiz-Ustad.(Sapa lupa)
jadi illfeel saya sama Tokoh2 JIL itu…
wassalam! salam peace!
Bismillah.jikalau Ulil Abshar terpilih menjadi ketua ,mudah2an bisa menerapkan sesuai al-qur\’an dan assunah………cara berfikirnya dan kepemimpinannya,,,,,dan tdk mengedepankan akal,,,,,karna AllahSWT,menurunkan al qur\’an bukan untuk kemaslahatan diri NYA,Akan tetapi untuk kemaslahatan ummat manusia………..
jika memang organisasi islam sekarang harus di pimpin oleh orang liberal tp teguh pendirian terhadap dakwah islam.. way not?
tp jgn sampai lepas dari kur’an dan sunah.
Ya tetap al-qur’an sunnah. Tp di tafsirkan dgn pemikiran “Nyeleneh…” apa kta dunya islam…
GUE SARANIN TUH AHMAD DINEZAN CALONIN
PASTI PB NU MAJU DAN BERANI.
GUE SARANIN JUGA PARA TOKOH PB NU BERANI KARENA BENAR DONG JANGAN TAKUT MISKIN JUAL HARGA DIRI